BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pernahkah
kamu bayangkan betapa luas alam semesta tempat kita tinggal? Mungkin kamu
memang belum banyak tahu tentang hal itu. Kalaupun pernah, kamu tentu masih
sangat sulit membayangkan betapa besar ukuran alam semesta ini. Akan kami
terangkan seberapa besar alam semesta ini dengan menggunakan suatu contoh.
Seberapa jauhkah jarak yang dapat kamu bayangkan? Jarak antara batas kota
tempat kamu tinggal mungkin tampak begitu besar bagimu. Anggap saja kamu sedang
melintasi seluruh jalan-jalan di kotamu, dari timur ke barat, dan kamu akan
terkagum-kagum oleh keluasannya. Mungkin diantara kalian ada yang pernah
bepergian ke kota lain yang jauh jaraknya. Tapi, camkan satu hal! Meskipun kamu
pergi mengelilingi dunia, tetap saja masih sulit untuk membantumu membayangkan
betapa luas alam semesta ini. Karena ukuran bumi hanyalah sebesar debu jika
dibandingkan dengan ukuran alam semesta yang teramat sangat luas ini.
Mungkin
kamu terkejut, tapi memang itu kenyataannya; planet bumi hanyalah sebutir debu
jika dibandingkan dengan luas seluruh alam semesta.
B.
Rumusan Masalah
Untuk
memfokuskan makalah ini penulis dapat merumuskan masalah sebagai berikut :
1.
Apa pengertian alam semesta?
2.
Bagaimana proses terbentuknya alam semesta dan penghuninya?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Alam Semesta
Alam semesta menurut
orang Babylonia (kurang lebih sekitar tahun 700-600 SM) merupakan suatu ruangan
atau selungkup dengan bumi yang datar sebagai lantainya dan langit dan bintang
sebagai atapnya yang di dalamnya terdapat kehidupan yang biotic dan abiotic,
serta di dalamnya terjadi segala peristiwa alam baik yang dapat diungkapkan
manusia ataupun yang tidak.
B. Terbentuknya
Alam Semesta Dan Penghuninya
1.
Terbentuknya Alam
Semesta
Teori Terbentuknya Alam Semesta
a.
Teori Dentuman Atau
Ledakan
Mengutamakan bahwa
adanya suatu massa yang sangat besar dijagat raya dan mempunyai jenis yang
sangat besar, meledak dengan hebatnya akibat adanya reaksi inti, massa yang
meledak berserekan dan mengembang dengan sangat cepat serta menjauhi pusat
ledakan, massa yang berserakan itu berbentuk kelompok dengan berat jenis
relatif kecil dari massa semula yang kita kenal sebagai galaksi-galaksi ini
terus bergerak menjauhi titik Intinya.
b.
Teori
Ledakan Besar (Big-Bang Theory)
Teori
Big Bang yaitu teori yang bisa diterima secara ilmiah sekarang untuk
menjelaskan asal mula terbentuknya alam semesta (universe).Teori ini berbunyi:
“
Alam semesta diciptakan kira-kira 15.000.000.000 (lima belas trilyun) tahun
yang lalu,kejadiannya berawal dari meledaknya atom prima atau atom awal (Primeval
Atom). Ledakan itu sangat besar dan dasyat yang
menyebabkan berhamburannya seluruh isi (Materi dan energi)atom prima itu ke
segala arah.”
Dengan
dasar teori Big Bang itu, para ahli sekarang berhasil mereka ulang pembentukan
alam semesta dari waktu ke waktu, dimulai dari pristiwa Big Bang bahkan saat
ini mereka dapat memperkirakan bagaimana bentuk alam semesta ini beberapa abad
nanti, contohnya jika Galaksi
Bimasakti (Milkyway) tempat kita berpijak dan galaksi tetangga
yang paling dekat yaitu Galaksi
Andromeda akan saling bergerak mendekat dan suatu saat
mereka akan bertabrakan.
c.
Teori Ekspansi Dan
Kontraksi
Dalam jangka waktu
30.000 juta tahun dalam masa ekspansi, terbentuklah galaksi beserta
bintang-bintangnya. Ekspansi tersebut didukung oleh adanya tenaga yang
bersumber dari reaksi inti hydrogen yang pada akhirnya membentuk berbagai unsur
lain yang kompleks pada masa kontraksi, terjadi galaksi dan bintang-bintang
yang terbentuk menyusut dengan menimbulkan tenaga berupa panas yang sangat
tinggi.
Setelah
terjadinya ledakan (big Bang), terjadilah semacam bencana alam semesta (cosmic
cataclysm). Alam semesta dipenuhi oleh bola-bola api yang sangat panas dan
padat. Dari bola-bola api inilah kemudian terbentuk partikel-partikel dasar dan
muatan-muatan energi, dari muatan-muatan energi ini kemudian terbentuk
daya-daya kekuatan di alam semesta. Daya kekuatan alam yang
diperkirakan pertama kali terbentuk adalah daya gravitasi, kemudian daya nuklir
serta daya electromagnetis.
Partikel-partikel
dasar yaitu elektron, photon, neutron dan lain-lain saling bertubrukan untuk
kemudian membentuk proton dan neutron. Selama masa ini sebagian besar energi
masih berbentuk radiasi (percikan-percikan cahaya dari bola-bola api).
Alam
semesta terus mengembang dan perlahan-lahan mulai mendingin. Pada tahap ini,
inti atom hidrogen, helium dan litium mulai membentuk. Tahap selanjutnya alam
semesta mulai memasuki tahap suhu yang cukup dingin sehingga partikel-partikel
elektron yang bermuatan negatif dapat berkait dan menyatu dengan inti-inti atom
hidrogen dan helium yang bermuatan positif untuk kemudian membentuk atom-atom
yang netral.
Karena
alam semesta terus membesar, kepadatannya otomatis semakin berkurang dan
suhunya juga semakin mendingin.
Proses
pengembangan alam semesta terus berlanjut dengan tingkat kecepatan yang tinggi.
Daya gravitasi mulai mempengaruhi tingkat kepadatan gas-gas yang terbentuk
akibat Big Bang, sehingga menciptakan
gumpalan-gumpalan awan gas. Saat gumpalan-gumpalan ini semakin memadat, inti
gumpalan gas tersebut juga bertambah padat berlipat-lipat dengan suhu yang juga
terus meningkat panas sampai akhirnya menyala sebagai bentuk awal sebuah
bintang. Saat semua kantong-kantong gas mengalami proses serupa maka kelompok
bintang-bintang muda ini membentuk menjadi sebuah gugusan bintang (galaksi).
Seluruh proses di atas, dari Big Bang hingga terbentuknya planet, bintang serta
galaksi berlangsung dalam kurun waktu milyaran tahun.Seperti halnya proses
pembentukan bintang-bintang yang lain, bintang kita, yang kita kenal dengan
nama Matahati (sun) juga terbentuk dari gumpalan atau kantong awan gas.
Gumpalan awan gas yang berbentuk piringan yang sangat luas ini beterbangan
berputar-putar. Bagian tengahnya mulai padat dan memanas untuk kemudian menyala
menjadi bintang sementara materi sisa disekelilingnya saling bertumbukan,
menyatu dan menggumpal membentuk planet-planet, bulan-bulan dan asteroid. Bumi
yang merupakan bagian kecil dari material yang menggumpal ini menjadi planet ke
tiga. Dengan suhunya yang relatif lebih dingin, memungkinkan terbentuknya
atmosfer pendukung kehidupan.
Setelah
big bang sampai 300.000 tahun kemudian, bentuk materi masih berupa gas. Dari
gumpalan-gumpalan gas ini selanjutnya bintang-bintang berukuran sangat besar mulai
terbentuk tetapi hanya berusia pendek karena kemudian meledak (supernova).
Setelah meledak gas-gasnya menggumpal lagi, menjadi padat, kemudian menyala dan
terbentuk bintang-bintang lagi yang berukuran lebih kecil,
meledak
kembali, demikian terus menerus untuk beberapa kali sampai akhirnya terbentuk
materi-materi berat di inti bintang-bintang yang meledak. Materi-materi padat
inilah yang kemudian membentuk benda-benda di alam semesta seperti yang
sekarang ini seperti planet-planet dll bahkan unsur-unsur pembentuk tubuh kita
sebagian besar dari materi-materi berat ini.
Jadi,
materi-materi padat dibentuk di dalam inti bintang melalui proses fusi nuklir
(peleburan / penyatuan materi nuklir) dan dimulai dari materi-materi ringan
seperti hidrogen dan helium. Sementara materi-materi yang lebih berat seperti
karbon, oksigen, nitrogen hingga besi dibentuk di dalam inti bintang karena
memang suhu dan tekanannya lebih memungkinkan. Materi-materi ini terlempar ke
luar angkasa saat bintang-bintang tersebut meledak.
4.
Evolusi
Alam Semesta
Naluri
manusia selalu ingin mengetahui asal usul sesuatu, termasuk asal-usul alam
semesta. Berbagai hasil pengamatan dianalisis dengan dukungan teori-teori
fisika untuk mengungkapkan asal-usul alam semesta. Teori yang kini diyakini
bukti-buktinya menyatakan bahwa alam semesta ini bermula dari ledakan besar
(Big Bang) sekitar 13,7 milyar tahun yang lalu. Semua materi dan energi yang
kini ada di alam terkumpul dalam satu titik tak berdimensi yang berkerapatan
tak berhingga. Tetapi ini jangan dibayangkan seolah olah titik itu berada di
suatu tempat di alam yang kita kenal sekarang ini. Yang benar, baik materi,
energi, maupun ruang yang ditempatinya seluruhnya bervolume amat kecil, hanya
satu titik tak berdimensi.
Tidak
ada suatu titik pun di alam semesta yang dapat dianggap sebagai pusat ledakan.
Dengan kata lain ledakan besar alam semesta tidak seperti ledakan bom yang
meledak dari satu titik ke segenap penjuru. Hal ini karena pada hakekatnya
seluruh alam turut serta dalam ledakan itu. Lebih
tepatnya, seluruh alam semesta mengembang tiba tiba secara serentak. Ketika
itulah mulainya terbentuk materi, ruang, dan waktu.
Materi
alam semesta yang pertama terbentuk adalah hidrogen yang menjadi bahan dasar
bintang dan galaksi generasi pertama. Dari reaksi fusi nuklir di dalam bintang
terbentuklah unsur-unsur berat seperti karbon, oksigen, nitrogen, dan besi.
Kandungan unsur-unsur berat dalam komposisi materi bintang merupakan salah satu
"akte" lahir bintang. Bintang-bintang yang mengandung banyak unsur
berat berarti bintang itu "generasi muda" yang memanfaatkan
materi-materi sisa ledakan bintang-bintang tua. Materi pembentuk bumi pun
diyakini berasal dari debu dan gas antar bintang yang berasal dari ledakan
bintang di masa lalu. Jadi, seisi alam ini memang berasal dari satu kesatuan.
Bukti-bukti
pengamatan menunjukkan bahwa alam semesta mengembang. Spektrum galaksi galaksi
yang jauh sebagian besar menunjukkan bergeser ke arah merah yang dikenal
sebagai red shift (panjang gelombangnya bertambah karena alam mengembang). Ini
merupakan petunjuk bahwa galaksi galaksi itu saling menjauh. Sebenarnya yang
terjadi adalah pengembangan ruang. Galaksi galaksi itu (dalam ukuran alam
semesta hanya dianggap seperti partikel partikel) dapat dikatakan menempati kedudukan
yang tetap dalam ruang, dan ruang itu sendiri yang sedang berekspansi. Kita
tidak mengenal adanya ruang di luar alam ini. Oleh karenanya kita tidak bisa
menanyakan ada apa di luar semesta ini.
Secara
sederhana, keadaan awal alam semesta dan pengembangannya
itu dapat diilustrasikan dengan pembuatan roti. Materi pembentuk roti itu
semula terkumpul dalam gumpalan kecil. Kemudian mulai mengembang. Dengan kata
lain "ruang" roti sedang mengembang. Butir butir partikel di dalam
roti itu (analog dengan galaksi di alam semesta) saling menjauh sejalan dengan
pengembangan roti itu (analog dengan alam).
Dalam
ilustrasi tersebut, kita berada di salah satu partikel di dalam roti itu. Di
luar roti, kita tidak mengenal adanya ruang lain, karena pengetahuan kita, yang
berada di dalam roti itu, terbatas hanya pada ruang roti itu sendiri. Demikian
pulalah, kita tidak mengenal alam fisik lain di luar dimensi "ruang
waktu" yang kita kenal.
Bukti
lain adanya pengembangan alam semesta di peroleh dari pengamatan radio astronomi.
Radiasi yang terpancar pada saat awal pembentukan itu masih berupa cahaya.
Namun karena alam semesta terus mengembang, panjang gelombang radiasi itu pun
makin panjang, menjadi gelombang radio. Kini radiasi awal itu dikenal sebagai
radiasi latar belakang kosmik (cosmic background radiation) yang dapat
dideteksi dengan teleskop radio.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
1. Proses Terbentuknya Alam
Semesta dan Penghuninya
Alam Semesta menurut
orang Babylonia merupakan suatu ruangan atau selungkup dengan bumi yang datar
sebagai lantainya dan langit dan bintang sebagai atapnya dan menurut teori
terbentuknya ada 2 macam
a)
Teori dentuman dan ledakan
b)
Teori ekspansi dan kontraksi
2. Terjadinya Galaksi
Galaksi adalah calon bintang
atau kelompok bintang yang jumlahnya ribuan juta dan terdapat di alam semesta.
Menurut fowler kira-kira
12.000 juta tahun yang lalu, galaksi di alam semesta yang jumlahnya rubuan
tidaklah seperti galaksi yang ada pada saat ini. Pada waktu galaksi masih
merupakan kabut gas hydrogen yang sangat besar, kabut gas hedrogen
tersebut bergerak berlahan-lahan dan berpitar pada porosnya,sehingga
seolah-olah berbentuk bulat karena gaya beratnya, kabut gas hydrogen mengadakan
kontraksi sehingga bagian luar dari kabut gas hydrogen tersebut banyak yang
tertinggal,
Menurut macamnya galaksi
dibedakan menjadi 3 macam yaitu :
-
Galaksi berbentuk spiral
-
Galaksi berbentuk Elips
-
Galaksi berbentuk tak beraturan.
3. Terjadinya Bumi dan Sistem Tata Surya
Terjadi bumi dan sistem
tata surya banyak tokoh yang menjelaskan terjadinya bumi dan tata surya
diantaranya : Immanuel Kant dan Piere Simon Marquis
B. Saran
1. Hendaknya kita sebagai manusia harus bisa
menikmatidan menjaga sebaik-baiknya segala sesuatu yang telah tercipta (alam
semesta beserta isinya).
2. Sebaiknya ilmu pendidikan yang kita
pergunakan tidak terlepas dari koridor keilmuan.
DAFTAR PUSTAKA
Mustafa KS. Alam
Semesta dan Kehancurannya. Penerbit Percetakan Offcet.
Dr. Mawardi. Dkk. IAD,
ISD, IBD Penerbit Pustaka Setia. See. Harun Yahya, The Evolution Deceit: The Scientific Collapse of Darwinism and Its
Ideological Background, Istanbul, 1998.
Cronin, Vincent, The View from Planet Earth: Man Looks at the Cosmos,
New York: William Morrow & Company, Inc., 1981, ISBN 0-688-00642-6
Roos, Matts Introduction to Cosmology. John Wiley
& Sons, Ltd, Chichester: 2003.
Hawley, John F. & Katerine A. Holcomb Foundations of
Modern Cosmology. Oxford University
Press, Oxford:
1998.
Hetherington, Norriss S. Cosmology: Historical, Literary,
Philosophical, Religious, and Scientific Perspectives. Garland Publishing,
New York: 1993.
Gal-Or, Benjamin, Cosmology, Physics and Philosophy,
Springer Verlag, 1981, 1983, 1987, New York.
http://hadirukiyah2.blogspot.com/2010/01/terbentuknya-alam-semesta-dan.html







0 comments:
Post a Comment