BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Surah An-Nahl (bahasa Arab:النّحل, an-Nahl, "Lebah") adalah surah ke-16 dalam al-Qur'an.
Surah ini terdiri atas 128 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Surah
ini dinamakan An-Nahl yang berarti lebah karena di dalamnya, terdapat firman Allah SWT ayat 68 yang artinya :
"Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah". Lebah adalah makhluk Allah
yang banyak memberi manfaat dan kenikmatan kepada manusia. Ada persamaan antara madu yang dihasilkan oleh lebah dengan Al Quranul
Karim. Madu berasal dari bermacam-macam sari bunga dan dia menjadi obat
bagi bermacam-macam penyakit manusia (lihat ayat 69). Sedang Al Quran
mengandung inti sari dari kitab-kitab yang telah diturunkan kepada Nabi-nabi
zaman dahulu ditambah dengan ajaran-ajaran yang diperlukan oleh semua bangsa
sepanjang masa untuk mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. (Lihat surah (10)
Yunus ayat 57 dan surah (17) Al Isra' ayat 82). Surah ini dinamakan pula
"An-Ni'am" artinya nikmat-nikmat, karena di dalamnya Allah
menyebutkan berbagai macam nikmat untuk hamba-hamba-Nya.
Selain itu, di dalam surat An-Nahl ini, dapat ditemukan ayat-ayat
dakwah, khususnya ayat 90 yang akan pemakalah bahas dalam makalah ini.
B. Rumusan Masalah
1. Surat An-Nahl Ayat 90 dan Terjemahannya
2. Tafsir Surat An-Nahl Ayat 90
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Surat
An-Nahl Ayat 90 dan Terjemahannya
* ¨bÎ) ©!$# ããBù't ÉAôyèø9$$Î/ Ç`»|¡ômM}$#ur Ç!$tGÎ)ur Ï 4n1öà)ø9$# 4sS÷Ztur Ç`tã Ïä!$t±ósxÿø9$# Ìx6YßJø9$#ur ÄÓøöt7ø9$#ur 4 öNä3ÝàÏèt öNà6¯=yès9 crã©.xs? ÇÒÉÈ
Artinya:
”Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu)
berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah
melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. dia memberi
pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran”..[1] (Q. S An-Nahl Ayat 90)
B. Tafsir Surat An-Nahl Ayat 90
Penjelasan Ayat Menurut Tafsir
Al-Misbah
“Sesungguhnya Allah menyuruh (kalian) berlaku adil dan
berbuat kebajikan….” (An-Nahl:90)
Al-‘Adlu terambil dari kata a’dala yang terdiri dari
huruf huruf ain,dal dan lam .rangkaian huruf huruf ini mempinyai dua makna yang
bertolak belakang,yakni lurus dan sama serta bengkok dan berbeda .Seseorang
yang adil adalh yang berjalan lurus dan sikapnya selalu menggunakan ukuran yang
sama,bukan ukuran ganda .persamaan itulah yang menjadikan seseorang yang adil
tidak berpihk kepada salah seorang yang berselisih
Manusia dituntut untuk menegakan keadilan walau terhadap
keluarga,ibu bapak dan dirinya, bahkan terhadap musuhnya sekalipun.keadilan
utama yang dituntut adalah dari diri dan terhadap diri sendiri dengan jalan meletakan
syahwat dan amarah sebagai tawanan yang harus mengikuti perintah akal dan
agama,bukan menjadikannya tuan yang mengarahkan akal dan tuntutan agamanya .
Kata Al-Ikhsan menurut Ar-Roghib digunakan untuk dua hal
:pertama,memberi nikmat kepada pihak lain dan kedua,perbuataan baik.karena itu
lanjutnya kata ihsan lebih luas dari sekedar ’’
memberi nikmat atu nafkah ’’maknanya bahkan lebih tinggi dan dalam dari
kandungan makna ’’adil ’,karena adil adalah ‚’memperlakukannya lebih baik dari
perlakuan terhadap anda’sedangkan ihsan adalah Ihsan adalah berbuat baik kepada
orang yang berbuat buruk kepadamu
Martabat ihsan yang paling tinggi ialah berbuat baik
kepada orang yang berbuat buruk. Hal ini diperintahkan oleh Nabi saw.
Diriwayatkan dari As-Syabi’I, bahwa Isa bin Mariyam as berkata, “Ihsan adalah
kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat buruk kepadamu. Ihsan bukan berbuat
baik kepada orang yang berbuat baik kepadamu. “Didalam shalihaini diriwayatkan
dari Hadits Ibnu Umar, bahwa Nabi saw. Bersabda;
“Ihsan adalah kamu beribadah kepada Allah seakan kamu
melihatnya dan sekiranya kamu tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya dia
melihatmu.”
Memberi kaum kerabat apa yang mereka butuhkan. Di dalam
ayat terdapat petunjuk untuk mengadakan hubungan kekerabatan dan silaturahmi,
serta dorongan untuk bersedekah kepada mereka. Meskipun pemberian ini termasuk
ihsan yang telah disebutkan, namun pengkhususan di sini menunjukkan adanya
perhatian yang cukup besar terhadapnya.setelah menyajikan tiga perkara yang
diperintahkan-Nya, selanjutnya Allah menjadikan tiga perkara yang dilarang-Nya:
·
Melarang
untuk berlebihan cenderung mengikuti kekuatan syahwat, seperti berzina, meminum
khamar, mencuri, dan tamak terhadap harta orang lain.Yaitu apa yang diingkari
oleh akal, berupa keburukan-keburukan yang lahir dari kemarahan, seperti
memukul, membunuh dan menganiaya manusia.
·
Berlaku
dzalim terhadap manusia, dan memperkosa hak-hak mereka.ringkasan, sesungguhnya
Allah menyuruh berlaku adil, yaitu melakukan kebaikan sekedar memenuhi
bewajiban, berbuat ihsan yaitu menambah ketaatan dan pengagungan kepada Allah dan
mengasihi makhluk-Nya di antara yang paling mulia ialah mengadakan silaturahmi.
·
Dan
melarang berlebihan dalam meperoleh syahwat yang tidak diterima oleh syari’at
dan akal, berlebihan dalam mengikuti dorongan-dorongan amarah, dengan
mendatangkan kejahatan kepada orang lain, menganiaya dan mengarahkan bencana
kepada mereka, serta menyombongkan diri terhadap manusia dan memalingkan muka
dari mereka.
Allah menyuruh kalian untuk melakukan tiga perkara
dan melarang dari tiga perkara tersebut, agar kalian dapat mengambil pelajaran,
lalu kalian mengerjakan apa yang mengandung ridha Allah Ta’ala, dan
kemaslahatan kalian di dunia serta di akhirat.
Dalam buku lain ayat ini
ditafsirkan sebagai berikut:
“Sesungguhnya Allah memerintahkan berlaku adil dan
berbuat ihsan dan memberi kepada keluarga yang dekat.” (pangkal ayat 90).
Tiga hal yang diperintahkan oleh Allah supaya
dilakukan sepanjang waktu sebagai alamat dari taat kepada Tuhan. Pertama jalan
Adil: menimbang yang sama berat, menyalahkan yang salah dan membenarkan mana
yang benar, mengembalikan hak kepada empunya dan tidak berlaku zalim atau
menganiaya.
Lawan dari adil adalah zalim, yaitu memungkiri
kebenaran karena hendak mencari keuntungan diri sendiri, mempertahankan
perbuatan yang salah, sebab yang bersalah itu ialah kawan atau keluarga
sendiri. Maka selama keadilan itu masih terdapat dalam masyarakat pergaulan
hidup manusia, selama itu pula pergaulan aman sentosa, timbul amanat dan
percaya-mempercayai.
Sesudah itu diperintahkan pula melatih diri berbuat
ihsan. Arti ihsan ialah mengandung dua maksud. Pertama selalu mempertinggi mutu
amalan, berbuat yang lebih baik dari yang sudah-sudah, sehingga kian lama
tingkat iman itu kian naik.maksud ihsan yang kedua adalah kepada sesama
makhluk, yaitu berbuat lebih tinggi lagi dari keadlian. Misalnya kita memberi
upah kepada seseorang yang melakukan pekerjaan. Kita berikan kepadanya upah
yang setimpal dengan tenaganya. Pembayaran upah yang setimpal itu adalah sikap
adil.tetapi jika lebih dari pada yang semestinya, sehingga hatinya besar dan ia
gembira, maka pemberian yang berlebih itu dinamai ihsan. Lantaran itu maka
ihsan adalah latihan budi yang lebih tinggi tingkatnya dari adil. Misalnya pula
adalah seseorang yang berhutang kepada kita. adalah suatu sikap yang adil apabila
hutang itu ditagih. Tetapi dia menjadi ihsan bila hutang itu kita maafkan.
Yang ketiga adalah memberi kepada keluarga yang
dekat. Ini juga adalah lanjutan dari ihsan. Karana kadang-kadang
orang yang berasal dari satu ayah dan ibu sendiripun tidak sama nasibnya, ada
yang murah rezeqinya lalu menjadi kaya raya, dan ada pula yang tidak
sampai-menyampai. Maka orang yang mampu itru dianjurkan berbuat ihsan kepada
keluarganya yang terdekat, sebelum ia mementingkan orang lain.
Ayat ayat yang memerintahkan berbuat kebajikan diatas
tidak menjelaskan objeknya, hal ini untuk memberi makna keumuman,sehingga mencakup
segala bidang dan objek yang dapat berkaitan dengan keadilan.Ikhsan dan
pemberian yang dimaksud,baik terhadap manusia, binatang,tumbuh tumbuhan maupun terhadap
benda benda mati dan baik berupa materi perlakuan maupun jasa.Masing masing
disesuaikan dengan objek yang dihadapi.
Kata Al-Fahsyaa /keji adalah nama bagi semua perbuatan
atau ucapan bahkan keyakinan yang dinilai buruk oleh jiwa dan akal yang sehat,serta
mengakibatkan dampak buruk bukan saja bgi pelakunya tetapi juga bagi
lingkungannya.
Kata Al-Munkar/Kemungkaran dari segi bahasa,berarti
sesuatu yang tidak dikenal sehingga diingkari.itu sebabnya ia dihadapi oleh
kata Al-Ma’ruf /Yang dikenal.Dalam bidang budata kita dapat membenarkan
:“Apabila ma’ruf sudah jarang dikerjakan,ia bisa beralih menjadi
munkar,sebaliknya bila munkar sering dilakukan ia menjadi ma’ruf.“
Munkar bermacam macam dan bertingkat tingkat ada yang
berkaitan dengan pelanggaran terhadap Alloh baik dalam bentuk ibadah maupun non
ibadah dan ada juga yang berkaitan dengan manusia serta lingkungan.
Dalam pandangan Ibn’Asyur munkar adalah sesuatu yang
tidak berkenan dihati orang orang normal serta tidak direstui oleh syariat baik
ucapan ataupun perbuatan.
Kata Al-Baghyi/penganiayaan terambil dari kata bagha yang
berarti meminta atu menuntut ,kemudian maknanya menyempit sehingga ia digunakan
dalam arti menuntut hak pihak lain tanpa hak dan dengan cara aniaya atau tidak
wajar. Kata tersebut termasuk segala pelanggaran hak dalam bidang interaksi
sosial baik pelanggaran itu lahir tanpa sebab seperti perampokan pencurian
maupun dengan atau dalih yang tidak syah,bahkan atua tujuan penegakan hukum
tetapi dalam pelaksanaanya melampui batas.
Diakhir ayat Allah memberi isyarat bahwa tuntuna-tuntuna agama ,atau paling tidsak
nilai-nilai yang disebut diatas,melekat pada nurani setiap orang dan selalu
didambakan wujudnya .karena nilai-nilai tersebut bersifat Universal.
Pelanggaranya dapat mengakibatkan kehancuran kemanusiaan.[2]
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari uraian yang
dipaparkan penyusun diatas maka
dapat disiimpulkan beberapa hal yang berkaitan dengan masalah diatas :
·
hendaklah
kita berlaku adil terhadap diri sendiri,kel;uarga maupun orang lain
·
berlakubaik
terhadap diri sendiri kerabat dan kepada lingkungan yang ada disekitar kita
·
perbanyaklah
perbuatan perbuatan yang ma’ruf
·
Jauhilah
perbuatan perbuatan yang munkar yang dapat memberikan kemudorotan bukan hanya
kepada kita bahkan terhadap lingkungan yang ada disekitar kita
[1] Departemen Agama RI, al-Qur’an
Al-Karim dan Terjemahannya (Semarang:
Karya Toha Putra, 1995), hlm. 415.
[2]
http://andresangpengusaha.blogspot.com/2010/06/bab-i-pendahuluan.html diakses pada Rabu, 1 Mei 2013.







0 comments:
Post a Comment