A.
PEMBAHASAN
Remaja
dengan segala perubahan dan fakta-fakta remaja lainnya memang selalu menarik
untuk dibahas. Masa remaja adalah masa yang paling berseri, karena di masa
remaja terjadi proses pencarian jati diri. Ini bertentangan dengan persepsi
umum yang mengatakan bahwa remaja merupakan kelompok yang biasanya tidak berada
dengan kelompok manusia yang lain, ada yang berpendapat bahwa remaja
adalah kelompok orang-orang yang sering menyusahkan orang tua. Karena sebenarnya
remaja merupakan kelompok manusia yang penuh dengan potensi berdasarakan
catatan sejarah remaja Indonesia yang penuh vitalitas, semangat patriotisme
yang menjadi harapan penerus bangsa.
Kita juga
tidak boleh lupa bahwa masa remaja adalah masa yang penuh gejolak, masa yang
penuh dengan berbagai pengenalan dan petualangan akan hal-hal yang baru sebagai
bekal untuk mengisi kehidupan mereka kelak. Di saat remajalah proses menjadi
manusia dewasa berlangsung. Pengalaman manis, pahit, sedih, gembira, lucu bahkan
menyakitkan mungkin akan dialami dalam rangka mencari jati diri. Sayangnya,
banyak diantara mereka yang tidak sadar bahwa beberapa pengalaman yang
tampaknya menyenangkan justru dapat menjerumuskan.
Dalam
kehidupan para remaja sering kali diselingi hal-hal yang negatif dalam rangka
penyesuaian dengan lingkungan sekitar baik lingkungan dengan teman temannya di
sekolah maupun lingkungan pada saat dia di rumah. Rasa ingin tahu dari
para remaja kadang-kadang kurang disertai pertimbangan rasional akan akibat lanjut
dari suatu perbuatan. Dan disanalah para remaja banyak yang terjebak dalam
beberapa perilaku menyimpang yang lazim disebut dengan kenakalan remaja.
Kenakalan
remaja dalam studi masalah sosial dapat dikategorikan ke dalam perilaku
menyimpang. Dalam perspektif perilaku menyimpang masalah sosial terjadi
karena terdapat penyimpangan perilaku dari berbagai aturan-aturan sosial
ataupun dari nilai dan norma sosial yang berlaku. Perilaku menyimpang dapat
dianggap sebagai sumber masalah karena dapat membahayakan tegaknya sistem
sosial.
Perilaku
menyimpang dikalangan remaja atau yang biasa desebut dengan kenakalan remaja
bentuknya bermacam-macam seperti perkelahian secara perorangan atau kelompok,
tawuran pelajar, mabuk-mabukan, pemerasan, pencurian, perampokan, penganiayaan,
penyalahgunaan narkoba, dan seks bebas pranikah. Bentuk-bentuk kenakalan yang
demikian biasa disebut juga dengan pergaulan bebas.
Perilaku
yang penuh dengan kebebasan seringkali mengarah pada kenakalan yang sangat
mencemaskan Sangat menyedihkan saat perilaku ini mengakibatkan tingginya jumlah
penyimpangan dikalangan remaja. Penyimpangan-penyimpangan yang kasusnya makin
marak dan menarik untuk dibahas adalah pergaulan bebas atau lebih spesifiknya
disebut seks bebas.
Dari tahun
ke tahun kasus seks bebas di negeri ini makin banyak saja jumlahnya, dan tak
dapat dipungkiri bahwa sebagian pelakunya adalah remaja (pelajar dan
mahasiswa). Di berbagai media pemberitaan baik media massa ataupun media
elektronik, yang namanya kasus seks bebas selalu saja muncul. Inilah indikasi
bahwa seks bebas kasusnya makin marak.
Seperti
banyak orang bilang bahwa masa remaja merupakan masa yang rentan, seorang anak
dalam menghadapi gejolak biologisnya. Apalagi ditunjang dengan era globalisasi
dan era informasi yang sedemikian rupa menyebabkan remaja sekarang terpancing
untuk coba-coba mempraktekkan apa yang dilihatnya. Terlebih bila apa yang
dilihatnya merupakan informasi tentang indahnya seks bebas yang bisa membawa
dampak pada remaja itu sendiri. Nah dari sinilah kasus seks bebas di negeri ini
semakin hari semakin meningkat. Di tambah lagi kasus video mesum tiga artis
belakangan ini, yang tentunya semakin mengingatkan kita akan betapa tingginya
aktivitas seks bebas ini terjadi di Negara kita.
Kita
sebagai generasi penerus bangsa ini seharusnya malu melihat negara kita yang
dikenal dunia dengan populasi mayoritas muslim terbesar, tetapi menjadi
konsumen industri pornografi dan pornoaksi nomor dua setelah Rusia. Tak hanya
itu akses masyarakat Indonesia terhadap nama-nama sex-idol (bintang porno) seperti Pamela
Anderson dari Amerika Serikat atau Maria Ozawa alias Miyabi dari Jepang,
terekam oleh google trends menempati peringkat 1 di dunia selama
3 tahun berturut-turut sampai tahun ini.
Lebih
parahnya tentang seks bebas, beberapa penelitian menunjukkan bahwa tujuh dari
dari sepuluh perempuan telah melakukan hubungan seksual sebelum berumur 20
tahun. Sementara satu dari enam pelajar perempuan aktif bergaul seks bebas.
Paling sedikit mereka berganti pasangan dengan empat laki-laki yang
berbeda-beda. Kenyataan tersebut menunjukkan betapa ironisnya kondisi remaja
kita saat ini.
Selain
beberapa data jumlah kasus seks bebas yang telah dituliskan di pendahuluan,
pakar seks juga specialis Obstetri dan Ginekologi Dr. Boyke Dian Nugraha
mengungkapkan, dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks
bebas semakin meningkat, dari sekitar lima persen pada tahun 1980-an, menjadi
dua puluh persen pada tahun 2000. Didukung juga hasil berbagai penelitian di
beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Palu dan
Banjarmasin. Bahkan di Palu, pada tahun 2000 lalu tercatat remaja yang pernah
melakukan hubungan seks pranikah mencapai 29,9 persen., sementara penelitian
pada tahun 1999 lalu terhadap pasien yang datang ke klinik pasutri, tercatat
sekitar 18 persen remaja pernah melakukan hubungan seksual pranikah.
Seperti
dikutip dari harian Republika yang memuat hasil survei Perkumpulan Keluarga
Berencana Indonesia (PKBI) yang dilakukan pada 2003 di lima kota, di antaranya
Surabaya, Bandung, Jakarta, dan Yogyakarta menyatakan bahwa sebanyak 85 persen
remaja berusia 13-15 tahun mengaku telah berhubungan seks dengan pacar mereka.
Ironisnya, hubungan seks itu dilakukan di rumah sendiri, rumah tempat mereka
berlindung dan sebagian besar mereka menggunakan alat kontrasepsi yang dijual
bebas, sebanyak 12 persen menggunakan metode coitus
interuptus (mengeluarkan
sperma di luar organ intim wanita).
Meningkatnya
jumlah kasus seks bebas menyebabkan makin tingginya jumlah kehamilan yang tidak
diinginkan (KTD). Kehamilan yang tidak diinginkan (KTD) pada remaja menunjukkan
kecenderungan meningkat antara 150.000 hingga 200.000 kasus setiap tahun.
Bahkan beberapa survei yang dilakukan pada sembilan kota besar di Indonesia
menunjukkan, KTD mencapai 37.000 kasus, 27 persen di antaranya terjadidalam
lingkungan pranikah dan 12,5 persen adalah pelajar.
Tingginya
angka kehamilan yang tidak diinginkan (KTD), apalagi bagi kehamilan pranikah di
kalangan remaja erat kaitannya dengan meningkatnya jumlah aborsi saat ini.
Kasus aborsi remaja di Indonesia ternyata sangat mencengangkan. Angkanya melaju
sangat cepat bahkan melebihi jumlah aborsi di negara negara maju sekalipun.
Jumlah kasus aborsi di Indonesia setiap tahun mencapai 2,3 juta, 30 persen di antaranya
dilakukan oleh para remaja.
Selain
menimbulkan hal-hal berbahaya yang tidak diinginkan karena kasus aborsi, seks
bebas juga akan menyebabkan penyakit menular seksual, seperti sipilis, GO (ghonorhoe),
hingga HIV/AIDS, serta meningkatkan resiko kanker mulut rahim untuk wanita.
Bahkan jika hubungan seks tersebut dilakukan sebelum usia 17 tahun, risiko
terkena penyakit tersebut bisa mencapai empat hingga lima kali lipat.
Kasus AIDS
sejak 2007 tedapat 2.947 kasus dan periode Juni 2009 meningkat hingga delapan
kali lipat, menjadi 17.699 kasus. Dari jumlah tersebut, yang meninggal dunia
mencapai 3.586 orang. Bahkan diestimasikan, di Indonesia tahun 2014 akan
terdapat 501.400 kasus HIV/AIDS. Penderita HIV/AIDS sudah terdapat di 32
provinsi dan 300 kabupaten/kota. Penderita ditemukan terbanyak pada usia
produktif, yaitu 15-29 tahun (usia remaja masuk di dalamnya).
Uraian
tentang kasus seks bebas dan makin banyaknya kehamilan yang tidak diinginkan
(KTD), serta kasus aborsi dan HIV/AIDS di kalangan remaja Indonesia memanglah
suatu fenomena yang sangat memprihatinkan. Aktivitas seks bebas yang makin
marak tersebut masihkah bisa disebut sebagai penyimpangan perilaku atau
kenakalan remaja ? ataukah mengindikasikan bahwa seks bebas sudah menjadi
kebiasaan atau gaya hidup ?. Adakah ini pertanda titik balik budaya kontemporer
yang bakal kembali ke zaman jahiliyah yang primitif dan gelap seperti dulu ?
Marilah kita berkaca pada sejarah.
Dilihat
dari literatur sejarah, perilaku seks bebas sudah pernah menjadi tradisi dalam
masyarakat zaman jahiliyah dulu. Zaman di mana kondisi masyarakat Arab
pra-Islam yang sangat tenggelam dalam “tanah lumpur” kebodohan dan
keterbelakangan. Masyarakat senang pertikaian dan pembunuhan, kekejaman dan
suka mengubur anak perempuan. Potret sosial mereka begitu gelap, amat primitif
dan jauh dari peradaban.
Pada zaman
itulah berlaku tradisi perkawinan model seks bebas. Seperti diriwayatkan Imam
Bukhori dalam sebuah hadist yang diceritakan melalui istri Nabi, Aisyah ra,
bahwa pada zaman jahiliyah dikenal 4 cara pernikahan. Pertama, gonta-ganti
pasangan. Seorang suami memerintahkan istrinya jika telah suci dari haid untuk
berhubungan badan dengan pria lain. Bila istrinya telah hamil, ia kembali lagi
untuk digauli suaminya. Ini dilakukan guna mendapatkan keturunan yang baik.
Kedua,
model keroyokan. Sekelompok lelaki, kurang dari 10 orang, semuanya menggauli
seorang wanita. Bila telah hamil kemudian melahirkan, ia memanggil seluruh
anggota kelompok tersebut tidak seorangpun boleh absen. Kemudian ia menunjuk
salah seorang yang dikehendakinya untuk di nisbahkan sebagai bapak dari anak
itu, dan yang bersangkutan tidak boleh mengelak. Ketiga, hubungan seks yang
dilakukan oleh wanita tunasusila yang memasang bendera/tanda di pintu-pintu
rumah. Dia “bercampur” dengan siapapun yang disukai. Keempat, ada juga model
perkawinan sebagaimana berlaku sekarang. Dimulai dengan pinangan kepada orang
tua/wali, membayar mahar, dan menikah.
Jika
menyimak 3 model pertama dalam perkawinan masyarakat zaman jahiliyah di atas, ada
kesamaan budaya dengan perilaku seks bebas, prostitusi dan hamil di luar nikah
yang kian marak di zaman sekarang. Namun, kita tidak bisa langsung mengatakan
bahwa seks bebas adalah budaya remaja atau kaum muda kita. Karena munculnya
kasus-kasus seks bebas bukanlah karena kebodohan pelakunya seperti pada
zaman jahiliyah dahulu.
Secara
garis besar, penyebab maraknya seks bebas sekarang ini antara lain;
kurangnya kasih sayang orang tua yang akan menyebabkan anak/remaja mencari
kesenangan di luar dan mereka akan bergaul bebas dengan siapa saja yang
mereka inginkan dan terkadang mereka mencari teman yang tidak sebaya yang
memungkinkan mereka akan terpengaruh dangan apa yang dilakukan orang dewasa.
Selain itu
peran dari perkembangan teknologi yang memberikan efek positif dan negatif
tidak dapat dipungkiri bahwa setiap individu dari kita merasa senang dengan
kehadiran produk atau layanan yang lebih canggih dan praktis. Tidak terkecuali
teknologi internet yang telah merobohkan batas dunia dan media televisi yang
menyajikan hiburan, informasi serta berita aktual. Di era kehidupan dengan
sistem komunikasi global, dengan kemudahan mengakses informasi baik melalui
media cetak, TV, internet, komik, media ponsel, dan DVD bajakan yang
berkeliaran di masyarakat, tentunya memberikan manfaat yang besar bagi
kehidupan kita, namun perkembangan iptek yang sangat baik dan penting bagi
perkembangan ilmu pengetehuan dan informasi para remaja, namun saat ini
remaja justru salah mempergunakan kecanggihan teknologi tersebut, dan mereka
menyelewengkan fungsi teknologi yang sebenarnya. Bahkan tayangan televisi,
media-media berbau porno (bahkan VCD dan DVD porno yang begitu mudah diperoleh
hanya dengan Rp 5.000), semakin mendekatkan para remaja itu melakukan hubungan
seks di luar nikah.
Semua media
informasi tersebut menyerbu anak-anak dan dikemas sedemikian rupa sehingga
perbuatan seks itu dianggap lumrah dan menyenangkan. Mulai dari berciuman,
berhubungan seks sebelum nikah, menjual keperawanan, gonta-ganti pasangan, seks
bareng, homo atau lesbi, semuanya tersedia dalam berbagai media informasi.
Dasar-dasar
agama yang kurang juga menjadi pendorong terhadap maraknya kasus seks bebas.
Hal ini terkadang tidak terlalu diperhatikan oleh orang tua yang sibuk dengan
segala usaha dan kegiatan mereka dan juga oleh pihak sekolah terkadang kurang
memperhatikan hal ini, karena jika remaja tidak mendapat pendidikan agama yang
baik mereka akan jauh dari Tuhan dan pasti tingkah laku mereka akan
sembarangan. Selain itu, tidak adanya media penyalur bakat dan hobi remaja juga
menjadi faktor maraknya kasus seks bebas.
Lain dari
hal di atas, seks bebas juga terjadi karena pola pikir yang dangkal dan punya
konsep diri rendah di kalangan remaja, seperti; tidak bisa mengatakan ”TIDAK”
terhadap seks bebas (merasa takut diputus hubungan oleh pacarnya/dijadikan
alasan sebagai pembuktian cinta/pacar sudah membujuk rayu sedemikian rupa,
sampai akhirnya tidak bisa menolak). Bahkan ada yang beranggapan dengan pernah
melakukan seks, dianggap ‘Gaul’. Nah, akhirnya ada beberapa orang malah sudah
menjalaninya sebagai gaya hidup. Sudah biasa saja.
Maka dari
itu diperlukan upaya penanggulangan dari segala pihak dengan langkah upaya
meningkatkan akses remaja terhadap informasi yang benar dengan merangkul
berbagai kalangan, termasuk media massa. Karena seks bebas di kalangan remaja
merupakan tanggung jawab kita bersama. Mereka adalah asset yang harus kita bina
mental dan moralitasnya. Budaya seks bebas dan gaya hidup nyeleweng akibat
adanya westernisasi harus kita kikis bersama.
Salah satu
upaya untuk menanggulangi maraknya seks bebas di kalangan remaja, (khususnya
penghuni kos yang biasa jadi tempat ”beraksi” pelajar dan mahasiswa) selain
perlu dilakukan pengawasan yang ketat dan intensif dari pemilik kos secara
proporsional, juga meningkatkan kesadaran dari orang tua untuk memilihkan
tempat kos bagi anak-anaknya yang layak dan aman. Selain itu, tentu membekali
putra-putri remaja dengan benteng ajaran agama yang kokoh , karena
sekuat-kuatnya mental seorang remaja untuk tidak tergoda pola hidup seks bebas,
kalau terus-menerus mengalami godaan dan dalam kondisi sangat bebas dari
kontrol, tentu suatu saat akan tergoda pula untuk melakukannya.
Dan hal
yang tak kalah penting adalah pembekalan tentang seks kepada remaja
sedini mungkin, agar para remaja memiliki pengetahuan yang benar dan akurat
mengenai kesehatan, seksualitas dan aspek-aspek kehidupannya, sehingga tak
menjadi salah arah dalam membuat keputusan dalam hidupnya.
Bertolak
dari fenomena yang memprihatinkan tentang seks bebas di kalangan remaja,
penulis yakin dan optimis, masih banyak remaja yang mempunyai sikap dan prinsip
yang kuat. Masiah banyak generasi-generasi emas yang dapat melanjutkan
eksistensi dan membangun negeri ini. Masih banyak remaja yang yang tidak tenggelam
dalam pusaran budaya seks bebas. Oleh karenanya kuatkan hati dan mental
terhadap godaan seks bebas dengan rumus ini : PACARAN + CINTA = PERNIKAHAN,
baru kemudian SEKS.
B.
WAWANCARA DENGAN NARA SUMBER
1.
Nama : Ema
Salamah
Umur : 17 tahun
Status : Siswi
SMA
1)
Bagaimana pergaulan remaja saat ini, untuk daerah Aceh khususnya?
Jawab: Pergaulan remaja saat ini
sudah sangat buruk, karena banyaknya remaja yang menyimpang karena pengaruh
teknologi, misalnya kecanggihan HP dan internet yang terus berkembang, yang tidak
hanya membuka pintu bagi ilmu pengetahuan namun juga membuka pintu untuk
melakukan maksiat.
2)
Menurut anda, apa penyebab utama dari pergaulan bebas?
Jawab: Kurangnya ilmu agama dan
godaan hawa nafsu.
3)
Bagaimana solusi terbaik untuk mengatasi pergaulan bebas?
Jawab: Dengan cara mempertebal
keimanan.
4)
Siapa yang paling bertanggung jawab dalam mengatasi masalah
pergaulan bebas ini?
Jawab: Diri sendiri dan orang tua.
5)
Sebagai remaja, pernahkan anda terlibat langsung dengan merokok,
narkoba, seks bebas, dan penyimpangan-penyimpangan lain akibat dari pergaulan
bebas?
Jawab: Tidak pernah.
2.
Nama : Eva Ratna
Sari
Umur : 20 tahun
Status :
Mahasiswi STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa
1)
Bagaimana pergaulan remaja saat ini, untuk daerah Aceh khususnya?
Jawab: Walaupun Aceh menerapkan
syariat Islam, pada keyataannya, pergaulan remaja di Aceh sama rusaknya dengan
di daerah-daerah lain.
2)
Menurut anda, apa penyebab utama dari pergaulan bebas?
Jawab: Gaya hidup hedonis ala barat
yang menganggap baik apa yang menyenangkan bagi manusia yang sudah mulai
diterapkan oleh banyak orang khususnya remaja.
3)
Bagaimana solusi terbaik untuk mengatasi pergaulan bebas?
Jawab: Kembali kepada nilai-nilai
luhur ketimuran yang kita miliki dan mempertebal pengetahuan agama.
4)
Siapa yang paling bertanggung jawab dalam mengatasi masalah
pergaulan bebas ini?
Jawab: Semua pihak, baik itu remaja
sendiri, orang tua, pemerintah, maupun masyarakat sebagai kontrol sosial.
5)
Sebagai remaja, pernahkan anda terlibat langsung dengan merokok,
narkoba, seks bebas, dan penyimpangan-penyimpangan lain akibat dari pergaulan
bebas?
Jawab: Terlibat sebagai pemakai atau pelaku tidak, namun melihat
teman-teman atau orang-orang di lingkungan saya, ya.
3.
Nama : Laras
Aprillia
Umur : 20 tahun
Status :
Mahasiswi STAIN Zawiyah Cot Kala Langsa
1)
Bagaimana pergaulan remaja saat ini, untuk daerah Aceh khususnya?
Jawab: Pergaulan remaja saat ini
sudah sangat rusak dan mengkhawatirkan.
2)
Menurut anda, apa penyebab utama dari pergaulan bebas?
Jawab: Rendahnya pengetahuan agama,
mudahnya terperdaya oleh kemajuan zaman dan kurangnya kemampuan memfilter diri
untuk memilih teman yang baik membuat remaja mudah untuk terjerumus ke dalam
pergaulan bebas.
3)
Bagaimana solusi terbaik untuk mengatasi pergaulan bebas?
Jawab: Menyibukkan diri dengan
kegiatan-kegiatan bermanfaat seperti belajar, bekerja, atau berorganisasi.
4)
Siapa yang paling bertanggung jawab dalam mengatasi masalah
pergaulan bebas ini?
Jawab: Semua orang yang berhubungan
langsung dengan remaja.
5)
Sebagai remaja, pernahkan anda terlibat langsung dengan merokok,
narkoba, seks bebas, dan penyimpangan-penyimpangan lain akibat dari pergaulan
bebas?
Jawab: Tidak, namun saya sering melihat kasus-kasus penyimpangan
C.
SOLUSI
Sebagai Negara timur,
Indonesia masih kental akan adat istiadat dan juga nilai-nilai luhur yang
diwariskan oleh nenek moyang terdahulu. Meski tidak sekaku dahulu, namun
nila-nilai tersebut masih bisa dilihat dari pola interaksi masyarakat dalam
semua cakupan golongan. Nilai tersebut juga bertransformasi dalam isu “apa yang
pantas dan tak pantas dilakukan”. Hal tersebut mungkin lazim disebut norma.
Norma ini, meski tidak dalam bentuk tertulis, hidup beriringan dalam
masyarakat. Dewasa ini, dengan berkembangnya media serta kemudahan mengakses
berita, masyarakat kita disuguhi dengan budaya Negara lain. Pengaruhnya dalam
bentuk imitasi dimana masyarakat meniru dan menerapkan dalam kehidupan mereka.
Salah satu yang patut diwaspadai adalah pergaulan bebas khususnya yang terjadi
di kalangan remaja. Pergaulan bebas ini akan bermurara pada permasalahan lain
seperti penggunaan obatan terlarang, sex bebas dan perilaku criminal yang
mengganggu. Lantas bagaimana cara mengatasi pergaulan bebas tersebut? Coba
simak beberapa langkah berikut ini.
1. Mengisi waktu luang dengan kegiatan menyenangkan
Ada banyak kegiatan positif yang
menyenangkan. Mulai dari ikut eskul sekolah, bakti sosial, mengasah bakat, ikut
menjadi relawan saat ada bencana dan masih banyak lagi lainnya, Kegiatan ini
jauh lebih positif daripada hanya bermalas-malasan dan keluyuran. Pergaulan
bebas biasanya dimulai dari kebiasaan remaja yang suka keluyuran dan berkumpul
tanpa tujuan bersama teman-teman.
2. Memilih teman dengan cermat
Salah satu cara mengatasi pergaulan bebas
adalah dengan jeli memilih teman. Jika kalian mengamati perilaku teman tersebut
tidak baik, segera jauhi dengan baik-baik. Jangan menoleris sikap tersebut.
Sebab jika Anda terus-menerus menolerir, bisa jadi Anda yang terseret dalam
perilakunya yang tak baik.
3. Say no to pacaran!
Jika belum cukup umur, jangan habiskan
waktu dengan hubungan bernama pacaran. Sebab, dalam masa yang labil, remaja
cenderung impulsive dan mudah terpengaruh bujuk rayu. Pacaran merupakan gerbang
yang paling dekat dengan sex bebas. Dan hal ini adalah salah satu signatur dari
pergaulan bebas yang tentu merusak individu, generasi muda dan Negara dalam skala
yang lebih besar.
4. Berkegiatan di rumah
Meluangkan waktu di rumah merupakan
pilihan yang menyenangkan. Anda bisa lebih dekat lagi dengan anggota keluarga lainnya.
Bisa mengehmat ongos keluar dan juga tenaga tentunya. Ada banyak hal menarik
dan bermanfaat yang bisa Anda lakukan di rumah. Jika tidak ada hal yang
penting, tidur sekalipun jauh lebih baik dibandingkan keluyuran tidak jelas.
5. Perdalam agama
Pemahaman agama yang baik merupakan cara
paling ampuh mengatasi pergaulan bebas. Agama merupakan benteng paling kokoh
yang mencegah seseorang berbuat hal yang merusak baik bagi diir sendiri maupun
orang lain.
6. Campur tangan pemerintah dan orang
tua
Pemerintah wajib mengawal peraturan untuk
menertibkan pergaulan remaja. Memberi fasilitas layanan juga sosialisasi agar
mereka jauh lebih paham bahaya yang mengintai di balik “kerennya” pergaulan
bebas. Selain itu, orang tua juga harus menjadi penjaga dan pendidik terbaik
bagi anak-anaknya. Mereka yang keluarganya hangat dan harmonis, cenderung mampu
memiliki lingkungan yang baik pula. Demikian solusi yang dapat diberikan untuk
mengatasi pergaulan bebas dikalangan remaja.







0 comments:
Post a Comment