PRINSIP-PRINSIP PERKEMBANGAN
DI SUSUN
OLEH :
Nurul Hidayani
(141100649)
Jurusan / Prodi : Tarbiyah / PBI
Semester / Unit :
III / 1
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN)ZAWIYAH
COT KALA LANGSA
2012
KATA PENGANTAR
Puji syukur senantiasa kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,
karena atas rahmat dan karunia-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “PRINSIP-PRINSIP PERKEMBANGAN"
Semoga makalah ini dapat memberikan
kontribusi positif dan bermakna dalam proses perkuliahan. Dari lubuk hati yang
paling dalam, sangat disadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh
karena itu, saran dan kritik yang membangun sangat kami harapkan.
Terakhir, ucapan terima kasih kami
sampaikan kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam menyelesaikan
makalah ini. Selain itu, kami juga berterima kasih kepada para penulis yang
tulisannya kami kutip sebagai bahan rujukan.
Langsa, 25 Oktober 2012
Pemakalah
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................................ i
DAFTAR ISI........................................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................................... 1
A.
Latar Belakang.................................................................................................................. 1
B.
Tujuan Penulisan............................................................................................................... 1
C.
Metode Penulisan................................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN....................................................................................................... 2
A. Prinsip-prinsip
Perkembangan Secara Umum...................................................................... 2
B.Prinsip-prinsip Perkembangan Menurut Ahli........................................................................ 7
BAB III PENUTUP............................................................................................................... 13
A.
Kesimpulan.......................................................................................................................... 13
B. Saran.................................................................................................................................... 13
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Psikologi perkembangan merupakan
salah satu lapangan dalam ilmu psikologi yang membahas tentang perubahan dan
faktor-faktor umum yang mempengaruhi perubahan pada manusia baik yang bersifat
fisik maupun psikis akibat adanya proses kematangan dan interaksi lingkungan.
Perkembangan ini bersifat
sistematis, progresif, dan berkesinambungan .
Sistematis : Berarti adanya keterkaitan antara faktor fisik dengan aspek kejiwaan atau tingkah laku yang ditimbulkan. Contoh: anak bayi bisa berjalan karena kematangan otot yang sudah kuat untuk berjalan.
Sistematis : Berarti adanya keterkaitan antara faktor fisik dengan aspek kejiwaan atau tingkah laku yang ditimbulkan. Contoh: anak bayi bisa berjalan karena kematangan otot yang sudah kuat untuk berjalan.
Progresif : Berarti bahwa
perkembangan menunjuk pada suatu proses ke arah yang lebih sempurna seiring
dengan bertambahnya umur manusia. Contoh: perubahan anak dari kecil menjadi
dewasa serta perubahan pengetahuan dan kemampuan yang lebih baik.
Berkesinambungan : Berarti proses
perubahan itu sifatnya bertahap. Contoh: untuk bisa berjalan seorang bayi pasti
melalui tahapan melata, merangkak, dan berdiri. Begitupun berjalan adalah
merupakan syarat tahapan anak untuk bisa berlari.
B.
Rumusan
Masalah
1. Bagaimana
Prinsip-Prinsip Perkembangan Secara Umum?
2. Bagaimana
Prinsip-Prinsip Perkembangan Menurut Ahli?
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
PRINSIP-PRINSIP
PERKEMBANGAN SECARA UMUM
Pada
abad 20 ini penyelidikan mengenai pertumbuhan psikis anak telah dilakukan
sangat mendalam dan sanagt luas, sehingga abad ini dinamakan abad anak.
Penyelidikan- Penyelidikan itu telah menghasilkan pendapat-pendapat yang pasti,
sehingga telah dapat dinamakan hukum atau prinsip perembangan, namun kiranya
perlu dijelaskan disini bahwa hukum-hukum itu tidak mempunyai arti seperti
hukum dalam ilmu alam. Hukum pada ilmu alam mempunyai sifat-sifat yang sangat
pasti, lain halnya hukum dalam lapangan psikologi. Hukum dalam psikologi
sifatnya tidak begitu pasti, dan banyak mengandung perkecualian-perkecualian.
Prinsip-prinsip yang akan dikemukakan di
sini adalah prinsip yang mempunyai arti praktek-praktek pendidikan di sekolah,
dan karena sering juga dimuat dalam buku-buku mengenai psikologi pendidikan.
Prinsip-prinsip yang telah dirumuskan oleh para ahli itu dapay dijadikan untuk
memberikan bimbingan pada anak didik.
1.
Prinsip
Kesatuan Organis
Anak adalah kesatuan organ bukan
kumpulan elemen-elemen atau unsur-unsur yang masing-masing berdiri
sendiri-sendiri tanpa ada hubungan satu sama lain. Perkembangan fungsi itu
bersangkut paut saling mempengaruhi, dan merupakan suatu keseluruhan atau suatu
kebulatan.
Tiap-tiap fungsi tidak tumbah dan
berkembang terlepas dari fungsi-fungsi yang lain. Masing-masing fungsi dan
unsur-unsur baru mempunyai arti dalam hubungannya dalam keseluruhan.
Prisip ini menyarankan agar supaya
pelajaran yang diberikan di sekolah ada hubungannya satu sama lain. Integrated
Kurikulum yang dianjurkan dalam pendidikan modern sebenarnya bersendi kepada
prinsip-prinsip kesatuan organis dari perkembangan individu. Dan prinsip
kesatuan organis ini menentang pandangan psikologi daya yang menganggap jiwa
manusia terdiri dari bermacam daya atau fakulti-fakulti yang masing-masing
berdiri sendiri-sendiri tanpa ada hubungannya satu sama lain, sehingga
masing-masing daya itu dilatih secara terpisah-pisah tanpa mempengaruhi
daya-daya yang lain.
2. Prinsip Tempo dan Irama
Perkembangan
Menurut prinsip ini tiap-tiap anak
memikili irama perkembangannnya sendiri-sendiri. Ada anak yang memiliki tempo
perkembangan cepat ada anak yang memiliki tempo perkembangan lambat. Ada anak
yang tetap berjiwa anak, tetapi ada pula yang lekas berfikir dan bertindak
seperti orang dewasa.
Ada anak lancar jalan perkembangannya
pada masa kecil, ada pula anak yang lancar perkembangannya pada masa kemudian. Lagi
pula garis perkembangan itu menunjukkan sifat yang menggelombang bukan sifat
yang lurus. Dengan demikian terdapat adanya irama dalam perkembangan, dimana pada suatu saat anak memiliki
sifat-sifat yang tenang, kemudian disusul adanya sifat memberontak, goncang
akhirnya tenang lagi demikian selanjutnya.
Prinsip ini menganjurkan adanya bimbingn
yang bersifat indidvidual disamping bersifat klasikal. Anak yang memiliki umur
kronologis yang sama tidak selalu mengalami taraf perkembangan yang sama, dan
memiliki sifat-sifat perkembangan yang sama.
Walaupun pada umumnya anak umur enam
tahun telau matang untuk mengikuti pelajaran di sekolah dasr pada tingkat
permulaan, tetapi terjadi juga anak umur tujuh tahun belum matang mengikuti pelajaran di sekolah tersebut
karena perkembangannya terlambat.
Anak mungkin bukan anak lemah jiwa,
tetapi akren aperkembangannya dalam saat yang lambat.
3.
Tiap-tiap
golongan atau spesies mengikuti pola perkembangan umum yang sama
Proses pertumbuhan perkembangan dalah
suatu perubahan yang pada garis besarnya sama pada semua anak dari segala
bangsa di dunia. Memang tidak dapat disangkal bahwa di antara mereka terdapat
perbedaan-perbedaan dan variasi-variasi individual akibat pengaruh lingkungan
hidup dan pembawaan yang berbeda-beda, akan tetapi di antara mereka itu
terdapat ciri-ciri umum atau ciri-ciri pokok yang menunjukkan kesamaan-kesamaan
yang besar.
Anak tidak akan bisa berjalan sebelum
dapat berdiri tegak, badn pada umur yang sama pada umumnya terdapat minat yang
sama. Masa trotz atau masa kemratu-ratuan pada umumnya dialami oleh
anak dimana saja pada umur sekitar tiga tahun.
Demikian juga semua anak mengalami masa
pubertas (dalam arti mengalami perubahan alat kelamin sekunder) dalam waktu
yang tidak jauh berbeda. Semua anak umur enam tahun telah dianggap matang masuk
sekolah dasar, dan semua orang yang berumur 22 tahun dianggap matang perkembangan
jasmaninya.
Sesuai dengan prinsip ini sekolah
melaksanakan penddikan klasikal. Lain daripada itu dengan adanya pola umum yang
sama itu memungkinkan diadakannya unformitas
pendidikan bagi anak-anak normal dalam timgkatan umum umur tertentu.
Dan prinsip itu juga memungkinkan adanya
pendidikan yang dapay dipergunakan secara terus menerus dari generasi yang satu
ke generasi berikutnya bagi anak-anak yang umurnya sebaya.
Misalnya kita dapat menyediakan bangku,
papan tulis, ruang kelas yang dapat ditempati oleh setiap anak umur enam tahun
yang masuk sekolah dasr pertama kali.
4. Prinsip Konvergensi
Prinsip ini menyatakan heridited dan
ingkungan sama pentingnya bagi perkembangan individu. Hanya dengan adanya kerja
sama yang sebaik-baiknya antara faktor pembawaan dan lingkungan akan
memungkinkan terjadinya perkembangan yang memuaskan.
Perkembangan adalah hasi interaksi
antara kedua faktor itu. Faktor alam sekitar tidak akan memberikan hasil yang
memuaskan, bila pembawaan tidak baik. Begitu pula pembawaabn baik tidak akan
berkembang dengan baik bila berkembang dalam lingkungan hidu yang jelek. Setiap
saat perkembangan dalam kedua faktor itu. Tak akan yang satu meniadakan yang
lain.
Prinsip konvergensi berlaku untuk semua
makhluk hidup, tumbuh-tumbuhan, hewan dan manusia. Namun demikian terdapat
perbedaan besar antara perkembangan tumbuhan-tumbuhan dan hewan dengan
pertumbuhan n=manusia.
Tumbuh-tumbuhan dan hewan tidak dapat
memnetukan proses perkembangan. Kedua jenis makhluk itu tdidak dapat secara
sadar mengarahkan proses perkembangannya ke suatu arah tertentu.
Manusia dapat menentukan arah
perkembangannya sendiri. Mungkin hakl ini tidak akan terjadi pada masa kecil tetapi bila ia sudah besar,
si anak dengan kemaunnya sendiri dapat memberi pengaruh terhadap arah perkembangan
dirinya. Anak tidaka akan menyerahkan diri begitu saja kepada kekuasaan
lingkungan dan pembawaan. Ia dapat menjauhkan diri dari kawan-kawannya yang
jelek dan berusaha menekan sifat-sifat sendiri yang buruk, serta berusaha
dengan sekuat tenaga mengembangkan pembawaan-pembawaan yang luhur.
Dengan adanya kemauan manusia daat
secara sadar menentukan hari kemudiannya. Hal ini tidak dimiliki oleh binatang,
sebab binatang tidk terdapat kemauannya. Itulah salah satu lelebihan manusia
dibandingkan dengan binatang dan tumbuh-tumbuhan.
Dengan adanya unsur kemauan ini berarti
menyangkut soal tanggung jawab. Artinya bila tersesat perkembangannya manusia
tidaj dapat mengatakan bahwa itu semata-mata kesalahan pembawaan dan lingkungan
hidup tempat ia dibesarkan dan dididik.
Memang kedua faktor itu ada pengaruhnya
yang mungkin pembawa ke arah kejelekan namun pengruaruh tersebuttidak dapat
meniadakan tanggung jawab.
Prinsip Konvergensi memiliki implikasi
yang jelas:
v Implikasi
Pertama
Ialah bahwa pendidikan harus berusaha memberikan
laingkungan kepada anak yang sebanyak mungkin dan beraneka ragam supaya seluruh
pembawaan anak –anak didiknya dapat diberi kemungkinan berkembang secara
maksimal, dan sebaliknya pembawaan-pembawaan yang tidak baikdapat dicegah
perkembangannya.
v Implikasi
Kedua
Implikasi kedua ini adalah pengaruh pendidikan itu
dibatasi oleh pembawaan anak. Maka dari itu bimbingan yang diberikan kepada
anak harus memperhatikan pada sifat-sifat yang terdapat pada anak itu sendiri.
v Implikasi
Ketiga
Implikasi ketiga ialah bahwa anak tidak boleh
dianggap sebagai makhluk yang pasif, yang menerima apa saja yang datang dari
luar, akan tetapikita harus berpendapat bahwa anak adalah organisme yang aktif
bisa menemukan dan memilih segala sesuatu mana yang kiranya baik bagi dirinya
dan mana yang kiranyan yang tidak baik bagi dirinya. Aktivitas itu harus
dipupuk dalam pendidikan.
5. Prinsip Kematangan
Prinsip
kematangan mengatakan bahwa efek usaha belajar tergantung pada tingkat
kematangan yang telah dicapai oleh anak. Prinsip ini mengandung arti bahwa
tidak ada gunanya memaksa individu melaksnakan usaha itu.
Kita
tidak akan berhasil bila anak umur enam bulan kita latih untuk belajar
berjalan, karen aanak tersebut belum matang untuk melakukan tugas itu. Usaha
yang demikian itu bukan mingkin menimbulkan akibat yang mengecewakan. Anak
tidak mendapatkan perkembangan yang lebih cepat namun bahkan sebaliknya.
Prinsip
kematangan mempunyai implikasi pendididkan yang penting. Pendidikan tidak boleh
memaksa atau memperkosa perkembangan anak. Mengajar fungsi-fungsi yang belum
masanya merupakan usaha yang sia-sia.
Semua
bahan pelajaran yang diberikan kepada anak harus sesuai dengan taraf
perkembangan yang telah dicapai. Sampai saat ini bahan pelajaran pada
sekolah-sekolah kita masih banyak yang tidak cocok dengan taraf perkembangan
anak yang diberinya. Untuk kepentingan pendidikan perlu kiranya diadakan
penelitain yang sebaik-baiknya guna mengetahui dengan tepat waktu untuk
memberikan berbagai bahan pelajaran.
6. Setiap proses perkembangan terdapat
hasrat mempertahankan diri
Dengan
terbukti adanya nafsu makan, tidur, minum, istirahat dan menghindarkan diri
dari segala macam bahaya. Hasrat mengembangkan diri tampak dengan adanya nafsu
bermain, nafsu bergerak dan menyelidiki atan mengetahui segala sesuatu.
7.
Sifat
psikis tidak timbul secara berturut-turut tetapi dalam waktu yang bersamaan.
Dalam lapangan psikologi ada teori
perkembangan yang dikenak dengan nama teori rekapitulasi. Menurut teori ini,
perkembangan individu merupakan ulangan dari jenisnya.
Akibat pengaruh teori rekapitulasi,
orang sering beranggapan fungsi psikis tumbuh dan berkembang secara
berturut-turut. Anak dari lahir sampai dewasa dapat dibagi-bagi pertumbuhannya
menjadi beberapa fase atau periode dan masing-masing dianggap merupakan saat
munculnya fungsi-fungsi tertentu.
8. Perkembangan Meliputi Differensiasi
dan Integral
Pola-pola perkembangan selalu
menunjukkan sifat-sifat yang umum dan total. Perkembangan yang mulai dengan
siafat-sifat umum dan total ini tidak hanya mengenai perkembangan jasmani akan
tetapai mengenai perkembangan rohani.
Dengan bertambahnya umur anak maka makin
mahu pula perkembangannya dan terjadilan proses differensiasi. Bersamaan dengan
proses differensiasi itu terjadi proses integrasi. Dengan demikian seluruh perkembangan
merupakan proses differnsiasi dan integrasi.
9. Pertumbuhan dan perkembangan membutuhkan
asuhan yang dilakukan secara sadar
Pertumbuhan bukan sesuatu yang timbul
dengan sendirinya tanpa adanya pengaruh luar. Langeveld seorang ahli pendidik
belanda mengatakan bahwa anak adalah animal
educandum. Artinya anak adalah binatang yang dapat dididik. Bahkan
sebetulnya anak bukan hanya makhluk yang dapat dididik, tetapi harus dididk,
sebab bila tidak, ia akan mencapai pertumbuhan yang biasanya kita namakan tidak
normal, bahkan mungkun tidak dapat tumbauh sama sekali.
Prinsip ini mengambil implikasi bahwa
pendidikan hanya dilakukan secara sadar. Pendidikan bukan suatu peristiwa yang
terjadi secara insidentail, tanpa adanya rencana-rencana yang tertentu.[1]
B.
PRINSIP-PRINSIP
PERKEMBANGAN MENURUT AHLI
a. Menurut Hurlock
6 prinsip perkembangan menurut Hurlock
(1991). Prinsip-prinsip ini merupakan ciri mutlak dari pertumbuhan dan
perkembangan yang dialami oleh seorang anak, kesepuluh prinsip tersebut adalah
:
1. Adanya perubahan
Manusia
tidak pernah dalam keadaan statis dia akan selalu berubah dan mengalami
perubahan mulai pertama pembuahan hingga kematian tiba. Perbuhan tersebut bisa
menanjak, kemudian berada di titik puncak kemudian mengalami kemunduran.
Selama
proses perkembangan seorang anak ada beberapa ciri perubahan yang mencolok,
yaitu ;
- Perubahan ukuran, Perubahan fisik
yang meliputi : tinggi, berat, organ dalam tubuh, perubahan mental.
Perubahan mental meliputi : memori, penalaran, persepsi, dan imajinasi.
- Perubahan proporsi, Misalnya
perubahan perbandingan antara kepala dan tubuh pada seorang anak.
- Hilangnya ciri lama, Misalnya ciri
egosentrisme yang hilang dengan sendirinya berganti dengan sikap
prososial.
- Mendapatkan ciri baru, Hilangnya
sikap egosentrisme anak akan mendapatkan ciri yang baru yaitu sikap
prososial.
2.
Perkembangan awal lebih kritis daripada perkembangan
selanjutnya
Lingkungan tempat anak menghaiskan masa kecilnya akan
sangat berpengaruh kuat terhadap kemampuan bawaan mereka. Bukti-bukti ilmiaih
telah menunjukkan bahwa dasar awal cenderung bertahan dan mempengaruhi sikap
dari perilaku anak sepanjang hidupnya, terdapat 4 bukti yang membenarkan
pendapat ini.
1.
Hasil
belajar dan pengalaman merupakan hal yang dominan dalam perkembanga anak
2.
Dasar
awal cepat menjadi pola kebiasaan, hal ihi tentunya akan berpengaruh sepanjang
hidup dalam penyesuaian sosial dan pribadi anak
3.
Dasar
awal sangat sulit berubah meskipun hal tersebut salah
4.
Semakin
dini sebuah perubahan dilakukan maka semakin mudah bagi seorng anak untuk
mengadakan perubahan bagi dirinya.
3. Perkembangan
merupakan hasil proses kematangan dan belajar
Perkembangan seorang anak akan sangat diperngaruhi oleh
proses kematangan yaitu terbukanya karateristik yang secara potensial sudah ada
pada individu yang berasal dari warisan genetik individu. Seperti
misalnya dalam fungsi filogentik yaitu mmerangkak, duduk kemudian berjalan. Sedangkan arti belajar adalah perkembangan yang berasal
dari latihan dan usaha. Melalui belajar ini anak anak memperoleh kemampuan
menggunakan sumber yang diwariskan. Hubugan antara kematangan dan hasil belajar
ini bisa dicontohkan pada saat terjadinya masa peka pada seorang anak, bila
pembelajaran itu diberikan pada saat masa pekanya maka hasil dari pembelajaran
tersebut akan cepat dikuasai oleh anak, demikian pula sebaliknya.
4. Pola
perkembangan dapat diramalkan
Dalam perkembangan motorik akan mengikuti hukum
chepalocaudal yaitu perkembangan yang menyebar keseluruh tubuh dari kepala ke
kaki ini berarti bahwa kemajuan dalam struktur dan fungsi pertama-tama terjadi
di bagian kepala kemudian badan dan terakhir kaki. Hukuk yang kedua yaitu
proxmodistal perkembangan dari yang dekat ke yang jauh. Kemampuan jari-jemari
seorang anak akan didahului oleh ketrampilan lengan terlebih dahulu.
5.
Pola perkembangan mempunyai karateristik yang dapat
diramalkan
Karateristik tertentu dalam perkembangan juga dapat
diramalkan, ini berlaku baik untuk perkembangan fisik maupun mental. Semua anak
mengikuti pola perkembangan yang sama dari saatu tahap menuju tahap berikutnya.
Bayi berdiri sebelum dapat berjalan. Menggambar lingkaran sebelum dapat
menggambar segi empat. Pola perkembangan ini tidak akan berubah sekalipun
terdapat variasi individu dalam kecepatan perkembangan.
Pada anak yang pandai dan tidak pandai akan mengikuti urutan perkembangan yang sama seperti anak yang memiliki kecerdasan rata-rata. Namun ada perbedaan mereka yang pandai akan lebih cepat dalam perkembangannya dibandingkan dengan yg memiliki kecerdasan rata-rata, sedangkan anak yang bodoh akan berkembanga lebih lambat.
Pada anak yang pandai dan tidak pandai akan mengikuti urutan perkembangan yang sama seperti anak yang memiliki kecerdasan rata-rata. Namun ada perbedaan mereka yang pandai akan lebih cepat dalam perkembangannya dibandingkan dengan yg memiliki kecerdasan rata-rata, sedangkan anak yang bodoh akan berkembanga lebih lambat.
Perkembangan bergerak dari tanggapan yang umum menuju tanggapan
yang lebih khusus. Misalnya seorang bayi akan mengacak-acak mainan sebelum dia
mampu melakukan permainan itu dengan jari-jarinya. Demikian juga dengan
perkembangan emosi, anak akan merespon ketekutan secara umum pada suatu hal
yang baru namun selanjutnya akan merepon ketakutan secara khusus pada hal yang
baru tersebut.
Perkembangan berlangsung secara berkesinambungan sejak
dari pembuahan hingga kematian, namun hal ini terjadi dalam berbagai kecepatan,
kadang lambat tapi kadang cepat. Perbedaan kecepatan perkembangan ini terjadi
pada setiap bidang perkembangan dan akan mencapai puncaknya pada usia tertentu.
Seperti imajinasi kreatif akan menonjol di masa kanak-kanak dan mencapai
puncaknya pada masa remaja. Berkesinambungan memiliki arti bahwa setiap periode
perkembangan akan berpengaruh terhadap perkembangan selanjutnya.
6.
Terdapat perbedaan individu dalam perkembangan
Walaupun pola perkembangan sama bagi semua anak, setiap
anak akan megikuti pola yang dapat diramalkan dengan cara dan kecepatanya sendiri.
Beberapa anak berkembang dengan lancar, bertahap langkah demi langkah,
sedangkan lain bergerak dengan kecepatan yang melonjak, dan pada anak lain
terjadi penyimpangan. Perbedaan ini disebabkan karena setiap orang memiliki
unsur biologis dan genetik yang berbeda. Kemudian juga faktor lingkungan yang
turut memberikan kontribusi terhadap perkembangan seorang anak. Misalnya
perkembangan kecerdasan dipengaruhi oleh sejumlah faktor seperti kemampuan
bawaan, suasana emosional, apakah seorang anak didorong untuk melakukan
kegiatan intelektual atau tidak. Dan apakah dia diberi kesempatan untuk belajar
atau tidak.
Selain itu meskipun kecepatan perkembangan anak berbeda
tapi pola perkembangan tersebut memiliki konsistensi perkembangan tertentu.
Pada anak yang memiliki kecerdasan rata-rata akan cenderung memiliki kecerdasan
yang rata-rata pula ketika menginjak tahap perkembangan berikutnya.
Perbedaan perkembangan pada tiap individu mengindikasikan
pada guru, orang tua, atau pengasuh untuk menyadari perbedaan tiap anak yang
diasuhnya sehingga kemampuan yang diharapkan dari tiap anak seharusnya juga
berbeda. Demikian pula pendidikan yang diberikan harus bersifat perseorangan.
7.
Setiap tahap perkembangan memiliki bahaya yang potensial
Pola perkembangan tidak selamanya berjalan mulus, pada
setiap usia mengandung bahaya yang dapat mengganggu pola normal yang berlaku.
Beberapa hal yang dapat menyebabkan antara lain dari lingkungan dari dari anak
itu sendiri. Bahaya ini dapat mengakibatkan terganggunya penyesuaian fisik, psikologis
dan sosial. Sehingga pola perkembangan anak tidak menaik tapi datar artinya
tidak ada peningkatan perkembangan. Dan dapat dikatakan bahwa anak sedang
mengalami gangguan penyesuaian yang buruk atau ketidakmatangan.
Peringatan awal adanya hambatan atau berhentinya perkembangan tersebut merupakan hal yang penting karena memungkinkan pengasuh (Orangtua, guru dll) untuk segera mencari penyebab dan memberikan stimulasi yang sesuai.[2]
Peringatan awal adanya hambatan atau berhentinya perkembangan tersebut merupakan hal yang penting karena memungkinkan pengasuh (Orangtua, guru dll) untuk segera mencari penyebab dan memberikan stimulasi yang sesuai.[2]
b. Menurut Dr.
H. Syamsul Yusuf
Dalam bukunya Psikologi Perkembangan
Anak dan Remaja menjelaskan adanya 6 prinsip dalam perkembangan yaitu:
1.
Perkembangan
merupakan proses yang tidak pernah berhenti (never ending process)
Perkembangan
berlangsung secara terus-menerus yang dipengaruhi oleh pengalaman atau belajar
sepanjang hidupnya sampai mencapai kematangan atau masa tua.
2.
Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi
Setiap
aspek perkembangan individu, baik fisik, emosi, inteligensi maupun sosial, satu
sama lainnya saling mempengaruhi.
3.
Perkembangan
itu mengikuti pola atau arah tertentu
Perkembangan
terjadi secara teratur mengikuti pola atau arah tertentu. Setiap tahap
perkembangan merupakan hasil perkembangan dari tahap sebelumnya yang merupakan
prasyarat bagi perkembangan selanjutnya.
4.
Perkembangan
terjadi pada tempo yang berlainan.
Perkembangan
fisik dan mental mencapai kematangannya terjadi pada waktu dan tempo yang
berbeda (ada yang cepat dan ada yang lambat).
5.
Setiap
fase perkembangan mempunyai ciri khas
Para ahli
telah banyak mengadakan penelitian dan menetapkan fase-fase perkembangan yang
sesuai dengan umur masing-masing pada umumnya untuk dijadikan pedoman dalam
mempelajari perkembangan individu.
6. Setiap individu yang normal akan mengalami tahapan / fase perkembanga.
6. Setiap individu yang normal akan mengalami tahapan / fase perkembanga.
Prinsip ini berarti bahwa dalam
menjalani hidupnya yang normal dan berusia panjang individu akan mengalami
fase-fase perkembangan: bayi, kanak-kanak, anak, remaja, dewasa, dan masa tua.[3]
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Pengertian
perkembangan berbeda dengan pertumbuhan, meskipun keduanya tidak berdiri
sendiri. pertumbuhan berkaitan dengan perubahan kuantitatif yaitu peningkatan
ukuran dan struktur. Tidak saja anak menjadi lebih besar secara fisik, tetapi
ukuran dan struktur rgandalam otak meningkat. Akibat adanya pertumbuhan otak
anak memiliki kemampuan yang lebih besar untuk belajar, mengingat, dan
berpikir. Sedangkan perkembangan berkaitan dengan perubahan kualitatif dan
kuantitatif yang merupakan deretan progresif dari perubahan yang teratur dan
koheren. Progresif menandai bahwa perubahannya terarah, membimbing mereka maju
dan bukan mundur. Teratur dan koheren menunjukkan adanya hubungan nyata antara
perubahan yang sebelumnya dan sesudahnya.
B.
SARAN
Disarankan kepada para mahasiswa
khususnya mahasiswa tarbiyah yang notabene akan menjadi seorang pendidik untuk
lebih mengembangkan pengetahuannya dalam masalam perkembangan psikolongi anak
didik. Karen ahal itu tidak bisa tidak akan sangat berguna untuk mengetahui
kondisi anak didik dan bahan ajar apa yang seharusnya dibarikan kepada peserta
didik tersebut sehingga tujuan pendidikan dapat dicapai secara maksimal.
DAFTAR
PUSTAKA
Mustakim. 2003. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Syamsul Yusuf. 2002. Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja.
Bandung: PT Remaja
Rosdakarya.
Rosdakarya.
[1]
Mustakim, Psikologi Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2003), h. 36-44.
[3]
Syamsul Yusuf. Psikologi
Perkembangan Anak dan Remaja, Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 2002
Rosdakarya, 2002








0 comments:
Post a Comment