MAKALAH TAFSIR TARBAWI
SABAR PERSPEKTIF AL-QUR'AN DAN HADITS
DI
S
U
S
U
N
OLEH
NURUL
HIDAYANI
(141100649)
JURUSAN
: TARBIYAH
PRODI
: PBI
SEMESTER
/ UNIT : III (TIGA)/ 1
DOSEN
PENGASUH : Drs. LEGIMAN, MA
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) ZAWIYAH COT KALA LANGSA
T.A. 2012-2013
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah penyusun ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat-Nya
kepada kita semua. Sehingga penulis dapat menyusun makalah ini yang berjudul "SABAR PERSPEKTIF AL-QUR’AN
DAN HADITS"
tepat pada waktunya. Dan tidak lupa pula kita sanjung pujikan kepada Nabi Besar
Muhamad SAW yang telah membawa kita dari alam yang gelap gulita ke alam yang
terang benderang ini.
Penulis menyadari bahwa didalam pembuatan makalah ini
tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini penulis
menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua
pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat
kepada para pembaca. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari
kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik dan saran
dari pembaca sangat penulis harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya.
Terima kasih yang sebesar – besarnya penulis sampaikan
kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian Makalah ini.
Wassalam.
Langsa, 22
November 2012
Pemakalah
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.......................................................................................... i
DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN..................................................................................... 1
A.
Latar
Belakang............................................................................................. 1
B.
Rumusan
Masalah........................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN....................................................................................... 2
A.
Pengertian Sabar.......................................................................................... 2
B.
Faedah Sabar................................................................................................ 2
C.
Contoh Orang
yang Sabar............................................................................ 5
D.
Ganjaran
Allah Terhadap Orang yang Sabar............................................... 7
BAB III PENUTUP............................................................................................... 10
A.
Kesimpulan.................................................................................................. 10
B.
Saran............................................................................................................ 10
DAFTAR PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Menurut
Imam Al-Ghazali sabar adalah meninggalkan seala macam pekerjaan yang digerakkan
hawa nafsu, dan tetap pada menegakkan agama meskipun bertentangan dengan kehendak hawa nafsu,
semuanya karena mengharapkan kebahagian hidup di dunia dan akhirat.
Maka
sabar
merupakan sebuah perjuangan (jihad) untuk mengekang hawa nafsu dan kembali ke
jalannya Allah. Dengan keadaan yang demikian, sabar menjadi sebuah sifat yang
sangat berat. Firman Allah : Jadikanlah sabar dan shalat sebagai
penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi
orang-orang yang khusyu’,’ (yaitu) orang-orang yang meyakini, bahwa mereka akan
menemui Tuhannya, dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya. (QS.
Al-Baqarah : 45-46).
Demikian
beratnya melaksanakan
sabar sehingga menjadi sifat istimewa yang hanya sanggup
dikerjakan bagi orang-orang yang khusu’. Orang yang khusu’ itulah yang
benar-benar mempunyai keyakinan yang kuat, niat yang ikhlas, itikad baik,
tujuan yang benar dan dengan penuh kesabaran mereka mentaati peraturan agama
baik perintah maupun larangan.
Bersabar bukan hanya dilakukan ketika kita
mengalami kesusahan dan bencana namun lebih dari itu kita mestilah sabar dalam
ketaatan terhadap perintah agama. Misalnya dalam melaksanakan ibadah shalat,
puasa, zakat dan haji sangat memerlukan kesabaran. Mengerjakan shalat 5 kali
sehari adalah mendidik diri pribadi “sabar” yang menjadi kebiasaan sehari-hari
dalam menjalankannya dengan menuntut keridhaannya. Sabar dan Shalat banyak
mengandung hikmah antara lain : taat, patuh, setia, bertaqwa kepada Allah.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa pengertian sabar?
2. Apa
faedah sabar?
3. Bagaiman
contoh orang yang sabar?
4. Apa
ganjaran allah terhadap orang yang sabar?
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
PENGERTIAN SABAR
Sabar
merupakan bentuk pengendalian diri`atau kemampuan menghadapi rintangan,
kesulitan menerima musibah dengan ikhlas dan dapat menahan marah,
titik berat nurani (hati). Sabar adalah pilar kebahagiaan seorang hamba.
Dengankesabaran itulah seorang hamba akan terjaga dari kemaksiatan, konsisten
menjalankanketaatan, dan tabah dalam menghadapi berbagai macam cobaan. Ibnul
Qayyim rahimahullah mengatakan, “Kedudukan sabar dalam iman laksana kepala bagi
seluruh tubuh. Apabila kepala sudah terpotong maka tidak ada lagi kehidupan di
dalam tubuh.”[1]
B.
FAEDAH SABAR
Diantara
faedah sabar adalah sebagai berikut:
1. Allah
jadikan sebagai orang yang berhak mendapat kepemimpinan dalam agama dengan
sebab kesabaran, sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah SWT :
$oYù=yèy_ur
öNåk÷]ÏB
Zp£Jͬr&
crßöku
$tRÍöDr'Î/
$£Js9
(#rçy9|¹
( (#qçR%2ur
$uZÏG»t$t«Î/
tbqãZÏ%qã
ÇËÍÈ
24.
dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk
dengan perintah Kami ketika mereka sabar[2].
dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami.
Syeikhul Islam ibnu Taimiyah menyatakan : Dengan
sabar dan yakin diperoleh kepemimpinan dalam agama.
2. Mendapatkan
kebersamaan Allah yang khusus(Ma’iyatullahi Al-Khoshoh) sebagaimana dijanjikan
Allah dalam firmannya :
$ygr'¯»t
z`Ï%©!$#
(#qãZtB#uä
(#qãYÏètGó$#
Îö9¢Á9$$Î/
Ío4qn=¢Á9$#ur
4 ¨bÎ)
©!$#
yìtB
tûïÎÉ9»¢Á9$#
ÇÊÎÌÈ
153.
Hai orang-orang yang beriman, Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu[3],
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
3. Allah
menolong mereka atas musuh-musuhnya apabila mereka bersabar dan bertakwa. Hal
ini langsung dijelaskan Allah dalam firman-Nya :
#n?t/
4 bÎ)
(#rçÉ9óÁs?
(#qà)Gs?ur
Nä.qè?ù'tur
`ÏiB
öNÏdÍöqsù
#x»yd
öNä.÷ÏôJã
Nä3/u
Ïp|¡ôJs¿2
7#»s9#uä
z`ÏiB
Ïps3Í´¯»n=yJø9$#
tûüÏBÈhq|¡ãB
ÇÊËÎÈ
125.
Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang
kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu
Malaikat yang memakai tanda.
Dan firman-Nya :
bÎ)
öNä3ó¡|¡øÿsC
×puZ|¡ym
öNèd÷sÝ¡s?
bÎ)ur
öNä3ö7ÅÁè?
×pt¤Íhy
(#qãmtøÿt
$ygÎ/
( bÎ)ur
(#rçÉ9óÁs?
(#qà)Gs?ur
w öNà2ÛØt
öNèdßøx.
$º«øx©
3 ¨bÎ)
©!$#
$yJÎ/
cqè=yJ÷èt
ÔÝÏtèC
ÇÊËÉÈ
120.
jika kamu memperoleh kebaikan, niscaya mereka bersedih hati, tetapi jika kamu
mendapat bencana, mereka bergembira karenanya. jika kamu bersabar dan bertakwa,
niscaya tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemudharatan kepadamu.
Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.
4. Memperolah
sholawat, rahmat dan petunjuk Allah,seperti dijanjikan dalam firman Allah :
“Dan berikanlah berita gembira bagi orang-orang yang sabar, yaitu orang yang
apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan Innaa lillahi wa innaa ilaihi
raaji’un. Mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari
Rabb-Nya, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.”(QS 2:155-157).
Sabar atas musibah yang menimpa kita termasuk perkara yang sangat diutamakan
dengan dalil firman Allah : “Tetapi orang yang sabar dan memafkan sesungguhnya
perbuatan yang demikian itu termasuk hal-hal yang diutamakan.”(QS 42:43). Juga
firman-Nya tentang wasiat Luqman terhadap anaknya: “Hai anakku, dirikanlah
shalat dan suruhlah manusia mengerjakan yang baik dan cegahlah mereka dari
perbuatan yang munkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu.
Sesungguhnya yang demikian itu termasuk hal-hal yang diwajibkan oleh Allah” (QS
31:17)
5. Mendapatkan
kecintaan Allah karena Allah mencintai orang-orang yang sabar seperti dalam
firman-Nya : “Allah menyukai orang-orang yang sabar” (QS 3:146) Orang yang
sabarlah yang dapat mengambil manfaat dan pelajaran atas ayat-ayat Allah dalam
4 ayat dalam Al-Qur’an yaitu : “Dan sesungguhnya kami telah mengutus Musa
dengan membawa ayat-ayat Kami, dan Kami perintahkan kepadanya : Keluarkanlah kaummu
dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dan ingatkanlah mereka kepada
hari-hari Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda
kekuasaan Allah bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur.”(QS 14:5). “Tidakkah
kamu memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar dilaut dengan nikmat
Allah, supaya diperlihatkannya kepadamu sebagian dari tanda-tanda
kekuasaan-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat
tanda-tanda bagi semua orang yang sangat sabar lagi banyak bersyukur.”(QS
31:31). “Maka mereka berkata : Ya Rabb kami jauhkanlah jarak perjalanan kami,
dan mereka menganiaya diri mereka sendiri, maka kami jadikan mereka buah mulut
dan kami hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Sesungguhnya yang demikian itu
benar-benar terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi setiap orang yang sabar
lagi bersyukur.” (QS 34:19). “Jika dia menghendaki dia akan menenangkan angin,
maka jadilah kapal-kapal itu terhenti dipermukaan laut. Sesungguhnya pada yang
demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan-Nya bagi setiap orang yang banyak
bersabar dan banyak bersyukur.” (QS 42:33).
6. Sabar itu
menjadi sebab kebaikan di Dunia dan Akhirat. Inilah yang dijanjikan Allah dalam
firman-Nya :
÷bÎ)ur
óOçGö6s%%tæ
(#qç7Ï%$yèsù
È@÷VÏJÎ/
$tB
OçFö6Ï%qãã
¾ÏmÎ/
( ûÈõs9ur
÷Län÷y9|¹
uqßgs9
×öyz
úïÎÉ9»¢Á=Ïj9
ÇÊËÏÈ [4]
126.
dan jika kamu memberikan balasan, Maka balaslah dengan Balasan yang sama dengan
siksaan yang ditimpakan kepadamu[5].
akan tetapi jika kamu bersabar, Sesungguhnya Itulah yang lebih baik bagi
orang-orang yang sabar.
Ayat ayat
diatas seluruhnya menunjukkan Ayat-ayat Allah hanya dapat diambil pelajaran dan
faedahnya oleh orang-orang yang sabar dan bersyukur. Demikian juga Rasulullah
menyatakan : Siapa yang bersabar maka Allah akan menjadikannya sabar dan
tidaklah ada satu pemberian kepada seorangpun yang lebih baik dan lebih luas
dari kesabaran.
C.
COTOH ORANG YANG SABAR
Ibnu Hibban meriwayatkan
di dalam kitab “Ats-Tsiqat” kisah ini. Dia adalah imam
besar, Abu Qilabah Al-Jurmy Abdullah bin Yazid
dan termasuk dari perawi-perawi yang meriwayatkan dari Anas bin malik. Dan yang
meriwayatkan kisah ini adalah Abdullah bin Muhammad. Berikut kisahnya :
Saya keluar untuk menjaga
perbatasan di Uraisy Mesir. Ketika aku berjalan, aku melewati sebuah perkemahan
dan aku mendengar seseorang berdoa,
“Ya Allah, anugerahkan aku ilham untuk
tetap mensyukuri nikmatMu yang telah engkau anugerahkan kepadaku dan kepada
kedua orangtuaku dan agar aku mengerjakan kebajikan yang Engkau ridloi. Dan
masukkanlah aku dalam rahmatMu ke dalam golongan hamba-hambaMu yang shalih.”
(QS. An-Naml: 19).
Aku melihat orang yang
berdoa tersebut, ternyata ia sedang tertimpa musibah. Dia telah kehilangan
kedua tangan dan kedua kakinya, matanya buta dan kurang pendengarannya.
Beliau kehilangan anaknya, yang biasa membantunya berwudhu dan memberi
makan. Lalu aku mendatanginya dan berkata kepadanya,
“Wahai hamba Allah, sungguh aku telah mendengar doamu tadi, ada apa gerangan?”
Kemudian
orang tersebut berkata, “Wahai hamba Allah. Demi Allah, seandainya Allah
mengirim gunung-gunung dan membinasakanku dan laut-laut menenggelamkanku, tidak
ada yang melebihi nikmat Tuhanku daripada lisan yang berdzikir ini.” Kemudian
dia berkata, “Sungguh, sudah tiga hari ini aku kehilangan anakku.
Apakah engkau bersedia mencarinya untukku? (Anaknya inilah yang biasa
membantunya berwudhu dan memberi makan).
Maka
aku berkata kepadanya, “Demi Allah, tidaklah ada yang lebih utama bagi
seseorang yang berusaha memenuhi kebutuhan orang lain, kecuali memenuhi
kebutuhanmu.” Kemudian, aku meninggalkannya untuk mencari anaknya. Tidak
jauh setelah berjalan, aku melihat tulang-tulang berserakan di antara bukit
pasir. Dan ternyata anaknya telah dimangsa binatang buas. Lalu aku berhenti dan
berkata dalam hati, “Bagaimana caraku kembali kepada temanku, dan apa yang akan
aku katakan padanya dengan kejadian ini? Aku mulai berpikir. Maka, aku
teringat kisah Nabi Ayyub ‘alaihis salam.
Setelah aku kembali, aku memberi
salam kepadanya.
Dia berkata, “Bukankah engkau
temanku?”
Aku katakan, “Benar.”
Dia bertanya lagi, “Apa yang selama
ini dikerjakan anakku?”
Aku berkata, “Apakah engkau ingat
kisah Nabi Ayyub?”
Dia menjawab, “Ya.”
Aku berkata, “Apa yang Allah
perbuat dengannya?”
Dia berkata, “Allah menguji dirinya
dan hartanya.”
Aku katakan, ”Bagaimana dia
menyikapinya?”
Dia berkata, “Ayyub bersabar.”
Aku katakan, “Apakah Allah
mengujinya cukup dengan itu?”
Dia menjawab, “Bahkan kerabat yang
dekat dan yang jauh menolak dan meninggalkannya.”
Lalu aku berkata, “Bagaimana dia
menyikapinya?”
Dia berkata, “Dia tetap sabar.
Wahai hamba Allah, sebenarnya apa yang engkau inginkan?”
Lalu aku berkata, “Anakmu telah
meninggal, aku mendapatkannya telah dimangsa binatang buas di antara
bukit pasir.”
Dia berkata, “Segala puji bagi
Allah yang tidak menciptakan dariku keturunan yang dapat menjerumuskan ke
neraka.”
Lalu dia menarik nafas sekali dan
ruhnya keluar.
Aku
duduk dalam keadaan bingung apa yang kulakukan, jika aku tinggalkan, dia akan
dimangsa binatang buas. Jika aku tetap berada disampingnya, aku tidak dapat
berbuat apa-apa. Ketika dalam keadaan tersebut, tiba-tiba ada segerombolan
perampok mendatangiku.
Para
perampok itu berkata, “Apa yang terjadi?” Maka aku ceritakan apa yang telah
terjadi. Mereka berkata, “Bukakan wajahnya kepada kami!” Maka aku membuka
wajahnya, lalu mereka memiringkannya dan mendekatinya seraya berkata,
“Demi Allah, Ayahku sebagai tebusannya, aku menahan mataku dari yang diharamkan
Allah dan demi Allah, ayahku sebagai tebusannya, tubuh orang ini menunjukkan
bahwa dia adalah orang yang sabar dalam menghadapi musibah.”
Lalu
kami memandikannya, mengafaninya dan menguburnya. Kemudian, aku kembali ke
perbatasan. Lalu, aku tidur dan aku melihatnya dalam mimpi, beliau kondisinya sehat. Aku berkata kepadanya, “Bukankah engkau
sahabatku?” Dia berkata,” Benar.” Aku berkata, “Apa yang Allah lakukan
terhadapmu?” Dia berkata, “Allah telah memasukkanku ke dalam surga dan berkata
kepadaku, ‘Keselamatan atasmu berkat kesabaranmu.’” (QS. Ar-Ra’d: 24).
“Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.”
(QS. Ar-Ra’d: 28). (Dari ceramah Syaikh Abu Ishaq Al-Huwainy yang berjudul Jannatu Ridha fit Taslim Lima
Qadarallah wa Qadha)
D.
GANJARAN ALLAH TERHADAP ORANG YANG
SABAR
Beberapa ganjaran bagi
orang yang sabar adalah sebagai berikut:
1.
Mendapat pujian dari Allah. Sebagaimana firman-Nya
* }§ø©9 §É9ø9$# br& (#q9uqè? öNä3ydqã_ãr @t6Ï% É-Îô³yJø9$# É>ÌøóyJø9$#ur £`Å3»s9ur §É9ø9$# ô`tB z`tB#uä «!$$Î/ ÏQöquø9$#ur ÌÅzFy$# Ïpx6Í´¯»n=yJø9$#ur É=»tGÅ3ø9$#ur z`¿ÍhÎ;¨Z9$#ur tA#uäur tA$yJø9$# 4n?tã ¾ÏmÎm6ãm Írs 4n1öà)ø9$# 4yJ»tGuø9$#ur tûüÅ3»|¡yJø9$#ur tûøó$#ur È@Î6¡¡9$# tû,Î#ͬ!$¡¡9$#ur Îûur ÅU$s%Ìh9$# uQ$s%r&ur no4qn=¢Á9$# tA#uäur no4q2¨9$# cqèùqßJø9$#ur öNÏdÏôgyèÎ/ #sÎ) (#rßyg»tã ( tûïÎÉ9»¢Á9$#ur Îû Ïä!$yù't7ø9$# Ïä!#§Ø9$#ur tûüÏnur Ĩù't7ø9$# 3 y7Í´¯»s9'ré& tûïÏ%©!$# (#qè%y|¹ ( y7Í´¯»s9'ré&ur ãNèd tbqà)GßJø9$# ÇÊÐÐÈ
177.
bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan
tetapi Sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari Kemudian,
malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya
kepada kerabatnya, anak-anak yatim, orang-orang miskin, musafir (yang
memerlukan pertolongan) dan orang-orang yang meminta-minta; dan (memerdekakan)
hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat; dan orang-orang yang
menepati janjinya apabila ia berjanji, dan orang-orang yang sabar dalam
kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. mereka Itulah orang-orang yang
benar (imannya); dan mereka Itulah orang-orang yang bertakwa.
2. Mendapat Kecintaan dari
Allah subhanahu wata’ala.
Sebagaimana firman-Nya
(artinya):
ûÉiïr'x.ur `ÏiB %cÓÉ<¯R @tG»s% ¼çmyètB tbqÎn/Í ×ÏWx. $yJsù (#qãZydur !$yJÏ9 öNåku5$|¹r& Îû È@Î6y «!$# $tBur (#qàÿãè|Ê $tBur (#qçR%s3tGó$# 3 ª!$#ur =Ïtä tûïÎÉ9»¢Á9$# ÇÊÍÏÈ
146.
dan berapa banyaknya Nabi yang berperang bersama-sama mereka sejumlah besar
dari pengikut (nya) yang bertakwa. mereka tidak menjadi lemah karena bencana
yang menimpa mereka di jalan Allah, dan tidak lesu dan tidak (pula) menyerah
(kepada musuh). Allah menyukai orang-orang yang sabar.
3. Allah subhanahu wata’ala bersama orang-orang yang
Sabar.
(#qãèÏÛr&ur ©!$# ¼ã&s!qßuur wur (#qããt»uZs? (#qè=t±øÿtGsù |=ydõs?ur ö/ä3çtÍ ( (#ÿrçÉ9ô¹$#ur 4 ¨bÎ) ©!$# yìtB úïÎÉ9»¢Á9$# ÇÍÏÈ
46.
dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan,
yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah.
Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.
4.
Shalawat, Rahmat dan Hidayah Bersama Orang yang Sabar.
5.
Mendapatkan Ganjaran yang Lebih Baik dari Amalannya.
÷bÎ)ur óOçGö6s%%tæ (#qç7Ï%$yèsù È@÷VÏJÎ/ $tB OçFö6Ï%qãã ¾ÏmÎ/ ( ûÈõs9ur ÷Län÷y9|¹ uqßgs9 ×öyz úïÎÉ9»¢Á=Ïj9 ÇÊËÏÈ
126.
dan jika kamu memberikan balasan, Maka balaslah dengan Balasan yang sama dengan
siksaan yang ditimpakan kepadamu[6]. akan
tetapi jika kamu bersabar, Sesungguhnya Itulah yang lebih baik bagi orang-orang
yang sabar.
6.
Mendapat Ampunan Dari Allah.
wÎ) tûïÏ%©!$# (#rçy9|¹ (#qè=ÏJtãur ÏM»ysÎ=»¢Á9$# y7Í´¯»s9'ré& Oßgs9 ×otÏÿøó¨B Öô_r&ur ×Î72 ÇÊÊÈ
11.
kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal
saleh; mereka itu beroleh ampunan dan pahala yang besar.
7. Mendapat Martabat
Tinggi di dalam Al-Jannah.
Dari Suhaib ra, bahwa Rasulullah SAW
bersabda, “Sungguh menakjubkan perkaranya orang yang beriman, karena segala
urusannya adalah baik baginya. Dan hal yang demikian itu tidak akan terdapat
kecuali hanya pada orang mu’min: Yaitu jika ia mendapatkan kebahagiaan, ia
bersyukur, karena (ia mengetahui) bahwa hal tersebut merupakan yang terbaik untuknya.
Dan jika ia tertimpa musibah, ia bersabar, karena (ia mengetahui) bahwa hal
tersebut merupakan hal terbaik bagi dirinya.” (HR. Muslim).
Hadits ini merupakan hadits shahih
dengan sanad sebagaimana di atas, melalui jalur Tsabit dari Abdurrahman bin Abi
Laila, dari Suhaib dari Rasulullah SAW, diriwayatkan oleh :- Imam Muslim dalam
Shahihnya, Kitab Al-Zuhud wa Al-Raqa’iq, Bab Al-Mu’min Amruhu Kulluhu Khair,
hadits no 2999.- Imam Ahmad bin Hambal dalam empat tempat dalam Musnadnya,
yaitu hadits no 18455, 18360, 23406 & 23412.- Diriwayatkan juga oleh Imam
al-Darimi, dalam Sunannya, Kitab Al-Riqaq, Bab Al-Mu’min Yu’jaru Fi Kulli
Syai’, hadits no 2777.
BAB III
PENUTUP
A.
KESIMPULAN
Inilah sekelumit sketsa mengenai
kesabaran. Pada intinya, bahwa sabar mereupakan salah satu sifat dan karakter
orang mu’min, yang sesungguhnya sifat ini dapat dimiliki oleh setiap insan.
Karena pada dasarnya manusia memiliki potensi untuk mengembangkan sikap sabar
ini dalam hidupnya.
Sabar tidak identik dengan
kepasrahan dan menyerah pada kondisi yang ada, atau identik dengan
keterdzoliman. Justru sabar adalah sebuah sikap aktif, untuk merubah kondisi
yang ada, sehingga dapat menjadi lebih baik dan baik lagi. Oleh karena itulah,
marilah secara bersama kita berusaha untuk menggapai sikap ini. Insya Allah,
Allah akan memberikan jalan bagi hamba-hamba-Nya yang berusaha di jalan-Nya.
B.
SARAN
Sabar memang merupakan hal yang
sengat sulit untuk dilakukan. Namun sebagai seorang muslim, kita harus melatih
diri dan membiasakan diri untuk bersikap sabar.
DAFTAR PUSTAKA
Ibnu Qayyim
Al-Zauwjiyyah, Al-Fawa’id.
Departemen Agama
RI, A-Qur’an Dan Terjemahannya. Semarang:
Karya Toha Putra Semarang. 1995.
[1] Ibnu Qayyim Al-Zauwjiyyah,
Al-Fawa’id. H. 95.
[2] Yang dimaksud
dengan sabar ialah sabar dalam menegakkan kebenaran.
[3]
Ada pula yang mengartikan: mintalah
pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat.
[4]
Departemen Agama RI, A-Qur’an Dan Terjemahannya, (Semarang: Karya Toha Putra
Semarang, 1995).
[5]
Maksudnya pembalasan yang dijatuhkan atas
mereka janganlah melebihi dari siksaan yang ditimpakan atas kita.
[6]
Maksudnya pembalasan yang dijatuhkan atas
mereka janganlah melebihi dari siksaan yang ditimpakan atas kita.








0 comments:
Post a Comment