BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Salah satu ilmu non
agama yang sangat besar sumbangannya bagi pelaksanaan tugas-tugas keagamaan
dalam Islam adalah Ilmu Falak. Dengan ilmu ini saat-saat masuk dan keluarnya
waktu-waktu shalat dapat di tentukan dengan akurat,dan penentuan awal
bulan puasa. Objek dan ruang lingkup pembahasan ilmu falak sangat
banyak dan luas, salah satunya adalah Ilmu falak ilmy atau ilmu yang
membahas teori dan konsep alam jagat
raya dan benda-benda langit yang dikenal sebagai ilmu Astronomi.
Pada makalah ini akan
membahas tentang alam jagat raya dan benda-benda langit, yaitu berupa matahari,
bumi, bulan, planet, satelit, komet, asteroid, meteoroid.
B. Rumusan
Masalah
1.
Apa pengertian alam jagat raya?
2.
Apa pengertian bintang, planet dan satelit?
3.
Apa pengertian matahari, bumi dan bulan?
4.
Apa pengertian komet, asteroid, dan
meteorid?
C. Tujuan
Penulisan
1.
Mahasiswa/i dapat mengetahui pengertian
alam jagat raya.
2.
Mahasiswa/i dapat mengetahui pengertian
bintang, planet dan satelit.
3.
Mahasiswa/i dapat mengetahui pengertian
matahari, bumi dan bulan.
4.
Mahasiswa/i dapat mengetahui pengertian
komet, asteroid, dan meteorid.
BAB II
PEMBAHASAN
Ilmu falak merupakan
Ilmu pengetahuan yang mempelajari benda-benda langit, tentang fisiknya,
geraknya, ukurannya, segala sesuatu yang berhubungan dengannya. Objek dan ruang
lingkup pembahasan Ilmu falak sangat banyak dan luas, salah satunya adalah Theoretical
astronomy atau Ilmu falak ilmy, yaitu ilmu yang membahas teori dan
konsep alam jagat raya dan benda-benda
langit yang dikenal sebagai ilmu Astronomi.[1]
A. Pengertian
Alam Jagad Raya
Jagad Raya
atau sering disebut Alam Semesta adalah keseluruhan ruang dan waktu yang
terdiri dari triliyunan galaksi yang terbentuk dari bintang-bintang. Pengertian
alam dalam Kamus Bahasa Indonesia adalah segala sesuatu yang ada di langit
dan di bumi (seperti bumi, bintang, kekuatan). Sedangkan Semesta didefinisikan sebagai
segala sesuatu yang ada, telah ada, dan akan ada. Menurut definisi dan
pemahaman kita, Semesta
terdiri
dari tiga unsur:
ruang dan
waktu,
yang dikenal sebagai ruang waktu atau vakum, materi dan
berbagai bentuk energi dan momentum
menempati ruang-waktu dan hukum-hukum alam yang mengatur semesta raya.
Elemen-elemen ini akan dibahas secara lebih rinci di bawah ini. Sebuah definisi
terkait istilah Semesta,
segala sesuatu yang ada pada saat satu waktu kosmologis, seperti saat ini,
seperti dalam kalimat "Jagad Raya sekarang bermandikan seragam dalam
radiasi gelombang mikro".[2]
Di jagad raya terdapat
bermilyar-milyar bintang, planet-planet, komet, meteor. Selain itu di jagat
raya juga terdapat debu, kabut dan gas.
B. Pengertian
Benda-benda Langit
Dalam pemahaman Ilmu
Falak (astronomi), yang dimaksud dengan langit adalah seluruh ruang yang
terbentang di atas bumi. Langit merupakan seluruh ruang angkasa semesta, yang
di dalamnya terdapat berbagai benda langit, termasuk matahari, bumi, planet-planet, galaksi-galaksi. Hal ini
dikemukakan oleh al-Qur’an surat al-Mulk (67) ayat 5:
ôs)s9ur $¨Zy uä!$yJ¡¡9$# $u÷R9$# yxÎ6»|ÁyJÎ/ $yg»oYù=yèy_ur $YBqã_â ÈûüÏÜ»u¤±=Ïj9 ( $tRôtGôãr&ur öNçlm; z>#xtã ÎÏè¡¡9$# ÇÎÈ
Artinya:
“Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang,
dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami
sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.”
Benda-benda
langit dapat dibedakan menjadi dua, yaitu benda-benda langit yang bergerak yang
disebut planet-planet (al-sayyarat) dan yang tidak bergerak yang serung
di sebut bintang-bintang (al-tsawabit).[3]
1. Pengertian
Bintang, Planet dan Satelit
a. Bintang
Bintang merupakan benda
langit yang mempunyai cahaya sendiri akibat reaksi inti di dalamnya. Cahaya
bintang terdiri atas gas berpijar yang jika diamati mengeluarkan cahaya dengan
warna yang berbeda, ada yang putih kebiru-biruan, merah, atau
kekuning-kuningan. Menurut hukum Fisika, bintang yang memiliki cahaya putih
kebiru-biruan memiliki temperature yang tinggi, semakin kemerahan atau kuning
maka temperaturnya semakin rendah. Salah satu bintang yang paling dekat dengan
bumi adalah matahari.
Bintang merupakan benda
langit yang tidak bergerak yang disebut dengan al-tsawabit atau bintang
sejati (fixed stars), bintang-bintang tetap yang mempunyai sinar
sendiri. dikatakan tetap karena bintang-bintang itu selalu dalam susunan rasi
yang relatif tetap. Rasi bintang yang dikenal dengan istilah al-buruj
atau dalam bahasa latin disebut constellation, yaitu merupakan
pengelompokan bintang-bintang pada langit.
b. Planet
Planet (dari
bahasa Yunani Kuno (astēr planētēs), berarti "bintang
pengelana") adalah benda astronomi yang mengorbit sebuah bintang atau sisa bintang yang
cukup besar untuk memiliki gravitasi sendiri,
tidak terlalu besar untuk menciptakan fusi termonuklir,
dan telah "membersihkan"
daerah sekitar orbitnya yang dipenuhi planetesimal.
Kata planet sudah lama ada dan memiliki hubungan sejarah, sains, mitologi,
dan agama.
Oleh peradaban kuno, planet dipandang sebagai sesuatu yang abadi atau
perwakilan dewa.[4]
Planet (dari kata
plan yang berarti datar), yaitu benda-benda langit yang padat dan beredar pada orbitnya dan yang
selalu mengelilingi matahari.[5]
Dalam tata surya terdapat 8 planet, yaitu Merkurius, Venus, Bumi, Mars,
Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.
c. Satelit
Satelit adalah benda
langit yang kecil beredar mengelilingi benda langit yang lebih besar (planet)
dan tetap berada dalam gaya tarik benda langit yang lebih besar.[6]
Ada dua jenis satelit,
yaitu sebagai berikut:
a. Satelit
alami, yaitu satelit yang ada dalam tata surya dan bukan buatan manusia.
Contohnya bulan.
b. Satelit
buatan, yaitu satelit yang dibuat oleh manusia. Contohnya Palapa.
2. Pengertian
Matahari, Bumi, dan Bulan
a. Matahari
Matahari adalah
suatu bintang yang menjadi pusat tata surya beserta planet-planetyang
mengelilinginya. Bentuknya nyaris bulat dan terdiri dari plasma panas bercampur medan magnet. Diameternya sekitar 1.392.684 km, kira-kira 109 kali diameter Bumi, dan massanya (sekitar 2×1030 kilogram, 330.000
kali massa Bumi) mewakili kurang lebih 99,86% massa total Tata Surya. Secara kimiawi, sekira tiga perempat
massa Matahari terdiri dari hidrogen,
sedangkan sisanya didominasi helium. Sisa
massa tersebut (1,69%, setara dengan 5.629 kali massa Bumi) terdiri dari
elemen-elemen berat seperti oksigen,
karbon, neon, besi, dan lain-lain.
Jarak rata-rata matahari diukur dari bumi adalah 149 juta Km,
tetapi sering dibulatkan menjadi 150 km.[7]
Matahari terbentuk sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu akibat
peluruhan gravitasi suatu wilayah di dalam sebuah awan molekul besar. Sebagian besar materi berkumpul
di tengah, sementara sisanya memimpih menjadi cakram beredar yang kelak menjadi Tata Surya. Massa
pusatnya semakin panas dan padat dan akhirnya memulai fusi
termonuklir di
intinya. Diduga bahwa hampir semua bintang lain terbentuk dengan proses serupa.
Energi sinar
matahari ini membantu
perkembangan nyaris semua bentuk kehidupan di Bumi melalui fotosintesis dan mengubah iklim dan cuaca Bumi.
Dampak luar biasa Matahari terhadap Bumi sudah diamati sejak zaman
prasejarah. Matahari juga dianggap oleh sejumlah peradaban sebagai dewa.
Pemahaman ilmiah yang akurat mengenai Matahari berkembang perlahan. Pada abad
ke-19, beberapa ilmuwan ternama mulai sedikit tahu tentang komposisi fisik dan
sumber tenaga Matahari. Pemahaman ini masih terus berkembang sampai sekarang.[8]
b. Bumi
Bumi adalah planet ketiga dari Matahari yang
merupakan planet terpadat dan terbesar
kelima dari delapan planet dalam Tata Surya.
Bumi juga merupakan planet terbesar dari empat planet kebumian Tata
Surya. Bumi terkadang disebut dengan dunia atau Planet Biru.
Bumi terbentuk sekitar 4,54 miliar tahun yang
lalu, dan kehidupan muncul di
permukaannya pada miliar tahun pertama. Biosfer Bumi
kemudian secara perlahan mengubah atmosfer dan
kondisi fisik dasar lainnya,
yang memungkinkan terjadinya perkembangbiakan organisme serta
pembentukan lapisan ozon, yang bersama medan magnet Bumi menghalangi radiasi surya berbahaya dan mengizinkan makhluk hidup mikroskopis
untuk berkembang biak dengan aman di daratan. Sifat fisik, sejarah geologi,
dan orbit Bumi memungkinkan kehidupan untuk bisa terus bertahan.
Bumi adalah tempat
tinggal bagi jutaan makhluk hidup,
termasuk manusia.
Sumber daya mineral Bumi
dan produk-produk biosfer lainnya
bersumbangsih terhadap penyediaan sumber daya untuk mendukung populasi manusia
global. Wilayah Bumi yang dihuni manusia dikelompokkan
menjadi 200 negara berdaulat,
yang saling berinteraksi satu sama lain melalui diplomasi, pelancongan,
perdagangan, dan aksi militer.[9]
c. Bulan
Bulan adalah
satu-satunya satelit alami Bumi, dan merupakan
satelit alami terbesar ke-5 di Tata Surya. Bulan tidak mempunyai sumber cahaya sendiri dan cahaya Bulan sebenarnya
berasal dari pantulan cahaya Matahari.
Jarak rata-rata Bumi-Bulan dari pusat ke pusat adalah 384.403
km, sekitar 30 kali diameter Bumi. Diameter Bulan adalah 3.474 km, sedikit lebih kecil dari seperempat
diameter Bumi. Ini berarti volume Bulan hanya sekitar 2 persen volume Bumi dan
tarikan gravitasi di permukaannya sekitar 17 persen
daripada tarikan gravitasi Bumi. Bulan beredar mengelilingi Bumi sekali setiap
27,3 hari (periode orbit), dan variasi periodik dalam
sistem Bumi-Bulan-Matahari bertanggung jawab atas
terjadinya fase-fase Bulan yang berulang setiap 29,5 hari (periode sinodik).
Massa jenis Bulan
(3,4 g/cm³) adalah lebih ringan dibanding massa jenis Bumi (5,5 g/cm³),
sedangkan massa Bulan hanya 0,012 massa Bumi. Bulan
yang ditarik oleh gaya gravitasi Bumi tidak jatuh ke Bumi disebabkan oleh gaya sentrifugal yang timbul dari orbit Bulan mengelilingi Bumi. Besarnya gaya
sentrifugal Bulan adalah sedikit lebih besar dari gaya tarik-menarik antara gravitasi Bumi dan Bulan. Hal ini menyebabkan Bulan
semakin menjauh dari Bumi dengan kecepatan sekitar 3,8 cm/tahun.
Allah menggunakan bulan sebagai sumpahnya yang terdapat dalam
Al-Qur’an surat Asy-Syams/91: 2.
ÄÌyJs)ø9$#ur
#sÎ)
$yg9n=s?
Artinya
: “dan bulan apabila mengiringinya”.
3. Pengertian
Komet, Asteroid, Dan Meteorid
a. Asteroid
Asteroid (planetoid
adalah bongkahan batuan yang terdapat dalam sabuk asteroid (antara orbit Mars
dan Yupiter).
Asteroid (dari bahasa
Yunani, ἀστήρ "bintang" + εἶδος "seperti", dalam bentuk),
kadang-kadang dikelompokkan dengan centaur, trojan Neptunus dan objek
trans-Neptunus menjadi planet minor atau planet, adalah kelas kecil tubuh
Sistem Surya di orbit mengelilingi matahari. The "asteroid" istilah
historis diterapkan untuk semua obyek astronomi yang mengorbit Matahari yang
tidak diamati memiliki karakteristik dari suatu komet aktif atau planet, tetapi
telah semakin datang untuk terutama mengacu pada badan berbatu dan logam kecil
dari Solar batin Sistem dan keluar ke orbit Jupiter. Sebagai obyek kecil di
luar tata surya sudah mulai ditemukan komposisi yang diamati berbeda dari objek
historis disebut asteroid. Harbouring didominasi bahan volatil berbasis serupa
dengan komet daripada asteroid berbatu atau logam lebih akrab, mereka sering
dibedakan dari mereka.
Ada jutaan asteroid,
dan seperti kebanyakan kecil lainnya Sistem tubuh Surya asteroid dianggap
sisa-sisa planetesimal, bahan dalam nebula surya Matahari muda yang belum
tumbuh cukup besar untuk membentuk planet. Sebagian besar asteroid yang dikenal
orbit di sabuk utama asteroid antara orbit Mars dan Jupiter, namun banyak
keluarga ada orbital berbeda dengan populasi yang signifikan termasuk Jupiter
Trojans dan asteroid dekat Bumi. asteroid Individu dikategorikan dengan
spektrum karakteristik mereka, dengan mayoritas jatuh ke dalam tiga kelompok
utama: C-type, S-jenis, dan M-tipe. Biasanya ini diidentifikasi dengan
komposisi karbon kaya, berbatu, dan logam masing-masing.
d. Meteoroid
Meteorid adalah benda
padat yang bergerak dalam ruang antarplanet. Benda ini berukuran lebih kecil
dibanding asteroid. Benda ini bergerak dan bahkan dapat mencapai bumi. Meteorid
yang terlalu dekat dengan bumi dapat masuk ke atmosfer bumi dan terlihat
sebagai meteor. Meteoroid yang bergesekan dengan atmosfer akan terbakar dan
meninggalkan jejak cahaya yang bersinar. Peristiwa ini dikenal dengan hujan
meteor atau bintang jatuh. Meteor yang sampai di bumi ini dinamakan meteorit.
Meteoroid logam memiliki komposisi besi, nikel, kobalt, dan fosfor. Meteoroid
batuan tersusun dari oksigen, besi, silikon, dan magnesium.[10]
e. Komet
Komet adalah benda langit yang mengelilingi matahari dengan garis edar berbentuk
lonjong atau parabolis atau hiperbolis.
Kata "komet" berasal dari bahasa Yunani,
yang berarti "rambut panjang". Istilah
lainnya adalah bintang berekor yang tidak tidak tepat karena komet
sama sekali bukan bintang.
Orang Jawa menyebutnya sebagai lintang
kemukus karena memiliki ekor
seperti buah kemukus yang telah dikeringkan.
Komet terbentuk dari es dan debu. Komet terdiri dari kumpulan debu dan gas yang membeku pada saat berada jauh dari Matahari. Ketika mendekati Matahari, sebagian bahan penyusun komet menguap membentuk kepala gas dan ekor. Komet juga
mengelilingi Matahari, sehingga termasuk dalam sistem tata surya. Komet merupakan gas pijar dengan garis edar yang berbeda-beda. Panjang "ekor" komet dapat
mencapai jutaan km. Beberapa
komet menempuh jarak lebih jauh di luar angkasa daripada planet. Beberapa komet membutuhkan ribuan tahun untuk menyelesaikan satu kali mengorbit Matahari.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
·
Jagad Raya
atau sering disebut Alam Semesta adalah keseluruhan ruang dan waktu yang
terdiri dari triliyunan galaksi yang terbentuk dari bintang-bintang.
·
Bintang merupakan benda langit
yang mempunyai cahaya sendiri akibat reaksi inti di dalamnya.
·
Planet
adalah benda astronomi yang mengorbit sebuah bintang atau sisa bintang yang
cukup besar untuk memiliki gravitasi sendiri,
tidak terlalu besar untuk menciptakan fusi termonuklir,
dan telah "membersihkan"
daerah sekitar orbitnya yang dipenuhi planetesimal.
·
Satelit
adalah benda langit yang kecil beredar mengelilingi benda langit yang lebih
besar (planet) dan tetap berada dalam gaya tarik benda langit yang lebih besar.
·
Matahari adalah Matahari adalah suatu bintang yang menjadi pusat
tata surya beserta planet-planetyang mengelilinginya.
·
Bumi adalah planet ketiga dari Matahari yang
merupakan planet terpadat dan terbesar
kelima dari delapan planet dalam Tata Surya.
·
Bulan adalah satu-satunya satelit alami Bumi, dan
merupakan satelit alami terbesar ke-5 di Tata Surya.
·
Asteroid
(planetoid) adalah bongkahan batuan yang terdapat dalam sabuk asteroid
(antara orbit Mars dan Yupiter).
·
Meteorid
adalah benda padat yang bergerak dalam ruang antarplanet. Benda ini berukuran
lebih kecil dibanding asteroid.
·
Komet adalah
benda langit yang
mengelilingi matahari dengan garis edar berbentuk lonjong atau parabolis atau hiperbolis.
DAFTAR PUSTAKA
Moh. Murtadho, Ilmu
Falak Praktis, Malang: UIN-Malang Press, 2008, hl. 7.
Waldjinah, dkk., Detik-detik Ujian Nasional Ilmu
Pengetahuan Alam tahun pelajaran 2013/2014, untuk SMP/Mts. PT Intan Perwira
Tetty Yuliawati, dan Denny Indra Sukry, IPAL
(Intisari Pengetahuan Alam Lengkap) SMP, Jakarta: Kawan Pustaka.
TIM Aviva, PAKAR (Panduan Aktif Belajar) IPA Fisika
berdasarkan standar Isi Tahun 2006 untuk SMP Kelas IX,
[1]Moh. Murtadho, Ilmu Falak
Praktis, Malang: UIN-Malang Press, 2008, hl. 7.
[3]
Moh. Murtadho, Ilmu
Falak Praktis, Malang: UIN-Malang Press, 2008, hl. 41-42.
[5] Ibid, hl. 42
[6] TIM Aviva, PAKAR (Panduan Aktif
Belajar) IPA Fisika berdasarkan standar Isi Tahun 2006 untuk SMP Kelas IX, hl.
66.
[7] Tetty Yuliawati, dan Denny Indra
Sukry, IPAL (Intisari Pengetahuan Alam Lengkap) SMP, Jakarta: Kawan Pustaka.
Hl. 9.
[10] Waldjinah, dkk., Detik-detik
Ujian Nasional Ilmu Pengetahuan Alam tahun pelajaran 2013/2014, untuk SMP/Mts.
PT Intan Perwira, hl. 29.







0 comments:
Post a Comment